Wabah Ebola Meningkat, Uganda Larang Masyarakat Jabat Tangan

2 hours ago 1

Logo VIVA Digital Logo VIVA Lifestyle

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:41 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kesehatan Uganda menetapkan larangan menjabat tangan dan praktik menyapa lain yang berpotensi menyebabkan penularan penyakit menyusul terkonfirmasinya dua kasus Ebola.

Menurut laporan Nile Post pada Selasa, Kemkes Uganda terus memonitor dinamika penyakit di negara tersebut serta mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah penularannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, dua kasus Ebola telah terdeteksi di Uganda, dengan salah satu kasusnya berakhir fatal. Dua individu tersebut diketahui merupakan warga negara Republik Demokratik Kongo (DRC).

Pada Minggu 17 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Menurut data terbaru dari otoritas DRC, 131 kematian akibat virus tersebut tercatat terjadi di negara tersebut. Sementara, wabah Ebola yang terjadi di DRC sebelumnya berakhir pada Oktober 2025. (Ant)

Virus Ebola

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Darurat Global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia

img_title

VIVA.co.id

19 Mei 2026

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

 9 WNI Ditangkap Israel

Kemlu mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel.

Kasus Pelecehan Seksual di Militer Israel Melonjak

Kasus pelecehan dan kekerasan seksual di internal militer Israel mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan di tahun 2025, tercatat ada sekitar 2.500 laporan

Jenderal Tertinggi NATO Senang AS Tarik Ribuan Pasukannya dari Jerman, Tak Merugikan Aliansi

Komandan tertinggi NATO Jenderal AS Alexus Grynkewich mengatakan bahwa keputusan Presiden Trump untuk menarik 5.000 pasukan dari Jerman tidak merugikan Aliansi

Tiba di China, Apa yang Sebenarnya Diincar Putin dari Xi Jinping?

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah tiba di China pada Selasa malam 19 Mei 2026. Kunjungan ini berlangsung empat hari setelah kunjungan kenegaraan Presiden Donald Trump.

Senat AS Dorong RUU untuk Batasi Kekuasaan Trump

Senat AS mulai melanjutkan pembahasan aturan RUU pembataasan aksi militer AS terhadap Iran. Melalui aturan ini, pemerintahan Trump harus mendapat izin kongres AS.

Vladimir Putin Tiba di Beijing Berselang 4 Hari Setelah Trump Tinggalkan China

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada Selasa tengah malam, 19 Mei 2025, untuk kunjungan kenegaraan atas undangan Xi Jinping

Terpopuler

Ibu Ungkap Kontak Terakhir dengan Jurnalis Thoudy Badai Sebelum Ditawan Israel

Sang ibu awalnya sempat tidak memberikan izin saat jurnalis Thoudy mengikuti pelatihan di Tunisia untuk persiapan ke Gaza, tapi diizinkan karena keyakinan anaknya.

Iran Siapkan Rp1 Triliun untuk Mereka yang Bisa Kirim Trump dan Netanyahu ke Neraka

Iran dilaporkan tengah membahas rencana sayembara untuk siapapun yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Netanyahu

RS Sumber Waras Ungkap Fakta Mengejutkan Kabar Model Ansy Jan De Vries Dibegal-Dibacok Brutal di Kebon Jeruk

Kabar Model Ansy Jan De Vries yang menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), kini memunculkan tanda tanya baru.

 Perang Susah Dihentikan karena Pelakunya Negara Adidaya

"Susah menghentikan (perang) karena pelakunya adalah yang punya dominasi di PBB, punya hak veto, dan menjadi negara adidaya," kata Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir

Penerbangan Haji Ditutup Besok, Sebanyak 92,7 Persen Jemaah RI Sudah Tiba di Tanah Suci

Menhaj mengatakan sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi, menjelang penutupan penerbangan haji tahun 1447 H/2026 M pada 21 Mei 2026, besok.

Selengkapnya

Widget Haji

Widget Haji Background

Partner

img_title

Arsenal secara resmi memenangkan gelar Liga Primer 2025/26 setelah penantian selama 22 tahun, menyusul hasil imbang 1-1 antara Manchester City dan Bournemouth, membuka

img_title

Universitas Negeri Padang (UNP) secara resmi memberikan sanksi pemberhentian (drop out) kepada seorang mahasiswa angkatan 2025 yang terindikasi LGBT setelah video pengger

img_title

Jelajahi keseruan sarapan di Pasar Ngasem Jogja yang viral dengan beragam jajanan tradisional autentik mulai dari Apem Bu Wanti hingga Jenang Yu Jumilah yang melegenda

img_title

Amerika Serikat mengembangkan headset tempur AI super canggih bersama Meta dan Anduril. Teknologi ini disebut dapat mengubah perang modern dan meningkatkan ancaman.

Selengkapnya

Isu Terkini

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |