VIVA –Program cek kesehatan gratis kini semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit. Pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanaka sejak Februari tahun 2025 ini terus didorong agar bisa diakses lebih luas oleh berbagai kalangan masyarakat.
Pemerintah sendiri terus memperluas jangkauan cek gratis ini agar semakin mudah dijangkau masyarakat. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menghadirkan layanan langsung ke komunitas-komunitas pekerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menyampaikan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, menyebut pemerintah terus memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis agar menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk lewat pendekatan langsung ke komunitas.
"Kami ingin memastikan program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu quick win pemerintah benar-benar dimanfaatkan seluas mungkin oleh masyarakat. Pemeriksaan kesehatan seperti ini jika dilakukan secara mandiri bisa memerlukan biaya sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per orang, sehingga sayang apabila kesempatan ini tidak dimanfaatkan," kata Dante di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Sementara itu, Dante juga menyebut bahwa cakupan pemeriksaan CKG hingga Mei tahun ini telah diikuti oleh 36 juta peserta secara nasional dengan 1,86 juta di antaranya berada di Jakarta.
Terkait dengan Program Cek Kesehatan Gratis, Gojek bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, memfasilitasi cek kesehatan gratis bagi mitra driver yang bertujuan untuk medukung upaya upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit, sekaligus memperluas jangkauan partisipasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui program ini mitra driver dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan, berupa pemeriksaan fisik, mata, tekanan darah, skrining gula darah dan kolesterol, hingga konsultasi kesehatan umum. Layanan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan lanjutan seperti jantung (EKG), deteksi dini kanker serviks (IVA), donor darah, serta pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan, untuk membantu Mitra mengenali kondisi kesehatannya lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang tepat.
"Kalau tadi saya lihat ada yang matanya silindris, jadi masih cepat ditangani, masih ada kacamata. Di mana mereka bisa dapet kacamata? Mereka bisa mendapatkan lewat BPJS secara gratis," jelas Dante.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Wakil Direktur Utama & Deputi CEO GoTo Group menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program pemerintah ini dan mendorong partisipasi aktif mitra. "Fasilitasi ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung Asta Cita pemerintah Indonesia pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan akses dan mutu layanan kesehatan," kata dia.

4 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


