VIVA – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun olahraga nasional. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, menjadi kunci agar program olahraga bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Taufik Hidayat usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PT Nestlé Indonesia di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Senin 29 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dalam upaya pengembangan olahraga Indonesia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan tentunya membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta,” kata Taufik.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata. Ia berharap kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata, mulai dari pembinaan olahraga usia dini, penyelenggaraan event olahraga, hingga pengembangan industri olahraga nasional.
“Kita juga bukan hanya tanda tangan seremoni hanya MoU aja,” ujarnya.
Taufik juga mengungkapkan bahwa Kemenpora akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar program olahraga semakin banyak menjangkau sekolah-sekolah. Selain itu, ia menilai kolaborasi dengan dunia usaha menjadi semakin penting di tengah efisiensi anggaran agar program olahraga tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, mengatakan pihaknya menargetkan menjangkau 2,5 juta siswa melalui berbagai program olahraga di sekolah pada tahun ini.
“Tahun ini saja, kami menargetkan untuk menjangkau 2,5 juta siswa di sekolah. Kami melatih mereka untuk berolahraga dan membangun karakter pemenang. Jadi, ini bukan hanya sekadar memberikan secangkir Milo,” ujar Alaa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, program tersebut juga mengajarkan pentingnya pola hidup sehat, disiplin, kerja sama tim, dan kegigihan untuk membentuk generasi yang aktif dan berkarakter.
“Kami mengedukasi anak-anak tentang pentingnya memiliki asupan makanan yang sehat serta pola pikir pemenang, yaitu disiplin, kerja sama tim, dan kegigihan. Karena kami percaya, ketika membangun karakter yang tepat, kami juga sedang membangun generasi yang termotivasi untuk hidup sehat, berolahraga, dan menang sebagai sebuah generasi,” tutup Alaa.
Menteri Pigai: Taufik Hidayat Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Ada Restorative Justice
Polda Jawa Barat menangkap Taufik Hidayat yang diduga menyekap dan menganiaya perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung selama sekitar tiga tahun.
VIVA.co.id
29 Juni 2026

2 weeks ago
5











