Minggu, 12 April 2026 - 08:59 WIB
VIVA –Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar perundingan gencatan senjata di Islamabad pada Sabtu 11 April 2026. Perundingan yang berlangsung selama 21 jam itu membahas terkait selat Hormuz, isu nuklir hingga ganti rugi perang.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa tidak tercapai kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia juga menilai kondisi tersebut lebih merugikan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami sudah berunding selama 21 jam dan melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya . Namun kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir ini lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika tanpa kesepakatan,” kata dia dikutip dari live streaming Al Jazeerah, Minggu 12 April 2026.
Vance juga menambahkan bahwa Iran tidak menerima seluruh syarat yang diajukan oleh Amerika Serikat.
“Kami sudah menjelaskan dengan sangat jelas apa garis merah kami, apa yang bisa kami kompromikan, dan apa yang tidak. Kami sudah menyampaikannya sejelas mungkin, tetapi mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan tersebut, JD Vance juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Pakistan dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, yang ia sebut sebagai tuan rumah yang luar biasa.
“Apapun kekurangan dalam negosiasi ini, itu bukan karena pihak Pakistan yang sudah melakukan pekerjaan luar biasa dan benar-benar berusaha membantu kami dan Iran menjembatani perbedaan untuk mencapai kesepakatan,” kata Vance.
Iran Serius Negosiasi dengan AS, Pezeshkian: Hasilnya Ditentukan Sikap Washington
Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran memasuki perundingan dengan AS di Islamabad dengan tekad dan keseriusan. Dia juga menekankan semua hasilnya bergantung AS
VIVA.co.id
12 April 2026

2 weeks ago
17



























