Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PPATK, AFPI, dan GoPay, menghadirkan program edukasi keuangan 'Pintar Bareng GoPay' guna memperkuat literasi keuangan para pelaku UMKM di Bali.
Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP, Perizinan SP, dan Perlindungan Konsumen BI, Zetra Iez Zaputra menekankan, pemanfaatan QRIS dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM di Bali, terlebih dengan hadirnya sistem QRIS Cross Border atau pembayaran lintas negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata, keberadaan QRIS Cross Border memungkinkan UMKM menerima pembayaran dari wisatawan asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China," kata Zetra dalam keterangannya, Selasa, 26 Mei 2026.
Gedung Bank Indonesia.
Photo :
- REUTERS/Fatima El-Kareem
Namun, menurutnya pemanfaatan sistem pembayaran digital perlu diiringi dengan literasi keuangan yang memadai, serta pemahaman mengenai keamanan transaksi digital sebagai fondasi penting dalam pengembangan usaha.
Dia menekankan, pelaku usaha perlu waspada terhadap penipuan digital, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan memahami cara bertransaksi yang aman. Zetra mengatakan, pihaknya mengapresiasi inisiatif program ini sebagai langkah nyata, dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat khususnya pelaku UMKM.
"Ke depan, kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya.
Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny mengatakan, melalui pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, program ini mengajak 150 pelaku UMKM di Bali untuk memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan, keamanan bertransaksi di era digital, hingga mengenal berbagai produk permodalan digital yang dapat dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan usaha untuk aktivitas ilegal, yang memiliki konsekuensi hukum, seperti pencucian uang dan judi online.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain sesi edukasi, peserta turut diperkenalkan dengan berbagai solusi keuangan digital dari GoPay, yang mudah diakses, transparan, dan aman guna mendukung pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan. Audrey mengatakan, literasi finansial dan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital, menjadi fondasi penting agar UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Perkembangan usaha UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana menjalankan usaha secara aman di era digital," kata Audrey.
Halaman Selanjutnya
"Melalui Pintar Bareng GoPay, bersama OJK, Bank Indonesia, PPATK, dan AFPI, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat fondasi bisnisnya, sekaligus memahami peluang dan risiko dari perkembangan teknologi keuangan digital,” ujarnya.

2 weeks ago
8














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)