Xi Jinping Puji Kedekatan China-Rusia: Kuat dan Tak Tergoyahkan!

3 weeks ago 7

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

VIVA –Presiden China, Xi Jinping memuji hubungan persahabatan antara China dan Rusia saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Beijing hari ini. Xi bahkan menegaskan hubungan kedua negara tersebut tetap kuat dan tidak tergoyahkan.

Pernyataan Xi itu langsung menarik perhaatian publik dunia karena disampaikan hanya beberapa hari setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trum ke China. Diketahui, Trump melakukan lawatan ke Beijing pekan lalu. Namun kunjungan itu dinilai belum menghasilkan terobosan besar termasuk dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz, demikian seperti dilansir dari laman CNA News.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, posisi Putin dinilai melemah akibat perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sanksi dari negara-negara Barat terus menekan pendapatan energi Rusia dan membuat Moskow semakin bergantung pada China sebagai pembeli utama minyak Rusia.

Namun, perang antara AS dan Iran justru mengganggu distribusi minyak mentah dan gas dunia. Situasi ini membuka peluang bagi Putin untuk menawarkan pasokan energi Rusia sebagai alternatif.

Para analis menilai Putin kemungkinan akan memanfaatkan kunjungan ini untuk mendorong kemajuan proyek besar pipa gas alam 'Power of Siberia 2', yang akan menghubungkan Rusia dan China melalui Mongolia. Jalur darat ini dianggap sebagai alternatif bagi impor energi China yang selama ini banyak dikirim lewat jalur laut dari Timur Tengah.

Saat membuka pembicaraan di Great Hall of the People, Beijing, Putin dan Xi langsung menegaskan kedekatan hubungan kedua negara dengan memperpanjang perjanjian kerja sama persahabatan mereka.

Media pemerintah China melaporkan, Xi mengatakan bahwa Beijing dan Moskow terus memperdalam kepercayaan politik dan koordinasi strategis dengan ketahanan hubungan yang tetap kuat dan tidak tergoyahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Putin menyebut hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya, meski menghadapi berbagai faktor eksternal yang tidak menguntungkan. Pernyataan itu disampaikan tanpa menyebut negara tertentu, menurut rekaman media Rusia.

Xi juga memperingatkan adanya arus unilateralisme dan hegemoni yang semakin kuat, yang diyakini sebagai sindiran terselubung terhadap Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya

Disebut 'Teman Lama'

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |