Rabu, 20 Mei 2026 - 16:38 WIB
VIVA – Presiden China Xi Jinping menyebut dunia berada dalam bahaya dan kembali ke "hukum rimba" menyinggung konflik Timur Tengah dalam pembukaan pidatonya saat menyambut kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin di Balai Besar Rakyat pada Rabu pagi, 20 Mei 2026.
Xi menggarisbawahi dalam pembicaraan dengan Putin bahwa permusuhan lebih lanjut di Timur Tengah "tidak disarankan", karena ia mengatakan "gencatan senjata komprehensif sangat mendesak". China menginginkan konflik di Timur Tengah diakhiri secepat mungkin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, terkait perang AS-Israel melawan Iran, China dan Rusia mungkin memiliki prioritas yang berbeda. Rusia berupaya memanfaatkan krisis energi dan kenaikan harga minyak yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz.
Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan meriah dan penuh upacara saat keduanya memulai pembicaraan di Balai Besar Rakyat pada Rabu pagi, 20 Mei 2026, beberapa hari setelah pemimpin Tiongkok itu menjamu Donald Trump di lokasi yang sama.
Xi dan Putin kemudian menghadiri upacara penandatanganan sejumlah dokumen yang mencakup teknologi, perdagangan, penelitian ilmiah, dan kekayaan intelektual. Di antara dokumen-dokumen tersebut, menurut media pemerintah Tiongkok, terdapat perpanjangan dari "perjanjian bertetangga baik dan kerja sama persahabatan Tiongkok-Rusia", yang pertama kali ditandatangani 25 tahun lalu.
Dalam komentarnya setelah upacara penandatanganan, Xi mengatakan hubungan antara Beijing dan Moskow berada pada "tingkat tertinggi kemitraan strategis komprehensif", dan menyerukan kedua negara untuk menentang "semua intimidasi sepihak" di arena internasional.
Xi memuji hubungan "tak tergoyahkan" antara Tiongkok dan Rusia dalam pembicaraan dengan Vladimir Putin pada hari Rabu (20 Mei), ketika keduanya bertemu untuk menggarisbawahi aliansi mereka. Ia mengatakan Moskow tetap menjadi "pemasok energi yang dapat diandalkan" di tengah krisis Timur Tengah yang sedang berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pidato pembukaannya, Putin memuji hubungan kedua negara sebagai berada pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya", meskipun ada "faktor eksternal yang tidak menguntungkan", tanpa menyebutkan negara ketiga mana pun, seperti yang ditunjukkan dalam video dari media Rusia.
Putin juga mengundang Xi untuk mengunjungi Rusia tahun depan. (Guardian)
Xi Jinping Puji Kedekatan China-Rusia: Kuat dan Tak Tergoyahkan!
Presiden China, Xi Jinping memuji hubungan persahabatan antara China dan Rusia saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Beijing hari ini.
VIVA.co.id
20 Mei 2026

3 weeks ago
8














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)