10 Hari Awal Dzulhijjah 2026 Segera Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan yang Paling Dicintai Allah

4 weeks ago 8

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:05 WIB

Jakarta, VIVA – Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam. Pada bulan inilah umat Muslim menyambut ibadah haji, Hari Raya Idul Adha, hingga momentum memperbanyak amal saleh yang dijanjikan pahala besar oleh Allah SWT. 

Berdasarkan data hisab dan kalender Hijriah Global, 1 Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sedangkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah diperkirakan bertepatan pada Rabu, 27 Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Datangnya bulan mulia ini sekaligus menjadi penanda dimulainya puasa sunnah sembilan hari pertama Dzulhijjah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Melansir dari NU Online, Jumat, 15 Mei 2026, keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah bukan hanya disebut dalam hadits Rasulullah SAW, tetapi juga dijelaskan dalam Al-Qur’an. Banyak ulama menyebut hari-hari ini sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, dzikir, sedekah, puasa, hingga memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)

Artinya, “1. Demi fajar; 2. Demi malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama tafsir memiliki beberapa pendapat terkait makna “malam yang sepuluh” dalam ayat tersebut. Ada yang menafsirkannya sebagai 10 malam terakhir Ramadan, ada pula yang menyebut 10 hari awal Muharram. Namun, pendapat yang lain menurut Imam Ibnu Katsir adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Kemuliaan 10 hari awal Dzulhijjah juga berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji. Pada masa ini, jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima. Sementara umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh di tempat masing-masing.

Tidak hanya itu, di dalam 10 hari pertama Dzulhijjah terdapat Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha yang memiliki keutamaan luar biasa. Hari-hari tersebut menjadi momentum umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui puasa, doa, takbir, hingga ibadah kurban.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa amal saleh pada 10 hari awal Dzulhijjah lebih dicintai Allah dibanding hari-hari lainnya. Dalam sebuah hadits disebutkan:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ. (رواه البخاري)

Artinya, “Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)’.” (HR. Al-Bukhari).

Halaman Selanjutnya

Hadits tersebut menunjukkan betapa agungnya kedudukan 10 hari awal Dzulhijjah di sisi Allah SWT. Bahkan, amal ibadah pada hari-hari itu disebut lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali jihad yang dilakukan hingga seseorang gugur sebagai syahid.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |