Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:43 WIB
Jakarta, VIVA – Lebanon mengungkapkan akibat konflik dengan Israel telah menimbulkan kerugian sekitar US$20 miliar (Rp355,5 triliun) pada perekonomian. Perang tersebut juga menghambat pembangunan ekonomi negara itu.
Menteri Ekonomi Lebanon Amer Bisat kepada RIA Novosti mengungkapkan, selain kerusakan langsung, perekonomian juga mengalami kerugian tidak langsung yang signifikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Perang telah menyebabkan kerusakan yang meluas, terutama di bagian selatan negara ini. Kerugian diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS," kata Bisat dikutip dari Sputnik, Sabtu, 13 Juni 2026.
Dia mengemukakan bahwa volume ekonomi Lebanon hampir berkurang setengahnya dibandingkan periode sebelum krisis, dari 55-57 miliar dolar AS menjadi sekitar 32 miliar dolar AS (Rp568,9 triliun).
Akibat perang, perusahaan dan pabrik ditutup, sekitar 28 persen lahan pertanian benar-benar berhenti berproduksi, dan sektor pariwisata mengalami pukulan serius, tambah Bisat.
Kerugian yang dialami industri pariwisata di Lebanon saja diperkirakan sekitar dua miliar dolar AS (Rp35,5 triliun), yang setara dengan sekitar tujuh persen dari PDB negara tersebut, papar menteri tersebut.
Sebelumnya pada 2 Maret, kelompok gerakan perjuangan Hizbullah memulai serangan roket dan drone terhadap Israel di tengah perang AS dan Israel melawan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai tanggapan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran terhadap target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, serta di Lebanon selatan dan timur, dan melancarkan operasi darat di selatan negara itu.
Kemudian pada 16 April, pembicaraan yang dimediasi AS menghasilkan kesepakatan gencatan senjata, meskipun Israel terus melakukan serangan harian terhadap puluhan permukiman di Lebanon selatan. Hizbullah membalas dengan serangan terhadap pasukan Zionis Israel. (Ant)
Hilirisasi dan DHE Bakal Bawa RI Jadi Pemain Utama di Kancah Ekonomi Global
Direktur PEDAS, Anthony Leong, mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo mengenai pentingnya nasionalisme dalam pembangunan ekonomi.
VIVA.co.id
13 Juni 2026

1 hour ago
2















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)