2.270 Pelajar Bersaing di Athletics Challenge, PASI Optimistis Lahirkan Atlet Masa Depan

6 hours ago 1

Senin, 27 Juli 2026 - 20:15 WIB

VIVA – Upaya melahirkan atlet atletik masa depan Indonesia terus diperkuat. Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife kembali menggelar MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 dengan gebrakan baru, yakni memperluas pembinaan hingga kelompok usia (KU) 8 tahun.

Ajang yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 15-18 Juli 2026 itu diikuti 2.270 pelajar dari 196 sekolah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dari edisi sebelumnya, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan lima kelompok usia, yakni KU 8, KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18. Total ada 23 nomor perlombaan yang dipertandingkan, mulai dari nomor sprint, lari jarak menengah, estafet, nomor lempar, lompat, hingga berbagai fun games atletik yang dirancang untuk mengasah kemampuan dasar peserta.

Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, mengatakan penambahan kelompok usia delapan tahun merupakan bagian dari strategi memperluas jalur regenerasi atlet sejak usia emas anak.

"Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri 1 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi. Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat. Lewat MilkLife Athletics Challenge, kami memfasilitasi mereka agar mengenal fondasi atletik lewat cara yang kompetitif namun tetap menyenangkan," kata Welly.

Tak hanya menambah kategori usia, penyelenggara juga melakukan penyegaran nomor perlombaan. Tahun ini, nomor bergengsi seperti lari 800 meter dan lompat tinggi mulai diperkenalkan untuk mengukur potensi dasar para atlet muda.

Sebaliknya, beberapa nomor yang dinilai membutuhkan ketahanan fisik ekstrem atau berisiko tinggi terhadap cedera pada anak tidak lagi dipertandingkan. Langkah tersebut diambil agar proses pembinaan berjalan lebih aman sekaligus sesuai dengan tahapan tumbuh kembang peserta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah," ujar Welly.

Ketua PASI Kudus, Firdaus, menilai MilkLife Athletics Challenge telah menjadi salah satu fondasi penting pembinaan atletik usia dini di Jawa Tengah. Sejak rutin digelar pada 2024, kompetisi tersebut dinilai berhasil mengubah cara pandang pelajar terhadap olahraga atletik.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, jika dulu atletik dianggap sebagai olahraga yang berat dan kurang diminati, kini justru menjadi aktivitas yang menyenangkan berkat perpaduan konsep kompetisi dan permainan edukatif.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |