5 Fakta Sarwendah Diduga Pakai Buzzer dalam Video Minta Maaf, Bayarannya Segini

6 days ago 3

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:32 WIB

Jakarta, VIVA – Sarwendah masih terus menjadi sorotan publik setelah video permintaan maaf yang diunggahnya viral di media sosial. Alih-alih meredakan polemik yang tengah bergulir, video tersebut justru memunculkan kontroversi baru setelah muncul dugaan adanya pengerahan buzzer untuk membanjiri kolom komentar dengan narasi positif.

Isu ini mencuat di tengah ramainya pembahasan mengenai perseteruan Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu. Tak sedikit netizen yang kemudian mempertanyakan keaslian dukungan yang muncul di media sosial setelah beredarnya tangkapan layar yang diduga berisi instruksi komentar berbayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski hingga kini belum ada bukti yang mengonfirmasi kebenaran tudingan tersebut, perbincangan terus meluas dan menjadi salah satu topik hangat di dunia maya. Berikut sejumlah fakta yang membuat isu dugaan buzzer dalam video permintaan maaf Sarwendah menjadi ramai diperbincangkan.

1. Berawal dari Unggahan Akun Threads

Perdebatan ini bermula dari unggahan akun Threads bernama @arfdeatan pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun membagikan tangkapan layar yang diduga menunjukkan adanya arahan untuk memberikan komentar positif pada video permintaan maaf Sarwendah yang beredar di berbagai platform media sosial. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu rasa penasaran netizen.

2. Muncul Dugaan Imbalan untuk Komentar Positif

Salah satu bagian yang paling menyita perhatian adalah adanya nominal yang diduga sebagai bayaran bagi pihak yang bersedia memberikan komentar positif. Dalam tangkapan layar yang viral, tertulis sebagai berikut. 

“Like, komen positif Facebook. Fee, Rp350p," tulis unggahan tersebut yang dikutip Minggu, 7 Juni 2026.

Tulisan tersebut langsung menjadi bahan diskusi karena tidak dijelaskan secara rinci apa arti nominal yang dimaksud. Sebagian netizen menafsirkan huruf "p" sebagai singkatan dari "perak", sementara lainnya menduga nominal tersebut merujuk pada ribuan rupiah.

3. Disediakan Contoh Narasi Komentar

Hal lain yang membuat publik semakin penasaran adalah munculnya contoh komentar yang disebut-sebut harus digunakan oleh para pemberi komentar. 

"Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya. Tetap semangat ya."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan."

4. Ada Instruksi Agar Komentar Tidak Sama

Halaman Selanjutnya

Menariknya, dalam tangkapan layar yang beredar juga terdapat arahan agar komentar tidak ditulis persis sama. Instruksi tersebut berbunyi:

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |