VIVA – Sarwendah akhirnya menyampaikan pesan terbuka kepada kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, di tengah polemik hak asuh anak yang masih bergulir. Melalui sebuah video yang diunggah ke Instagram, Sarwendah membahas sejumlah persoalan yang menurutnya perlu diluruskan kepada publik.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah tudingan bahwa dirinya mendoktrin atau memengaruhi anak-anak. Sarwendah juga membantah pernah menghalangi Ruben untuk bertemu dengan anak-anak mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengatakan selama ini memilih diam karena menganggap sikap tersebut merupakan pilihan terbaik. Namun, menurut Sarwendah, diam justru membuat berbagai narasi berkembang tanpa konteks yang lengkap.
“Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar,” ujar Sarwendah yang dikutip dari Instagram @sarwendah29 pada Rabu, 16 September 2026.
Lantas, apa saja hal yang disampaikan Sarwendah dalam video tersebut?
1. Bantah Pernah Melarang Ruben Bertemu Anak
Sarwendah secara tegas membantah dirinya melarang Ruben untuk bertemu dengan anak-anak. Ia mengatakan sejak awal tidak mempermasalahkan pertemuan tersebut selama ada komunikasi mengenai waktu dan tempat.
“Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya,” ujarnya lagi.
2. Tantang Tudingan Doktrin Anak Dibuktikan
Sarwendah kemudian menanggapi narasi yang menyebut dirinya memengaruhi anak-anak. Ia bahkan mempersilakan pihak terkait melibatkan psikolog yang kompeten untuk berbicara langsung dengan anak-anak.
“Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak. Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak,” kata Sarwendah.
3. Soroti Potongan Video yang Dinilai Tidak Utuh
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sarwendah juga mempersoalkan video yang pernah ditampilkan untuk menggambarkan dirinya sedang marah. Menurutnya, potongan tersebut tidak disertai konteks kejadian secara keseluruhan.
“Dan jangan setiap satu narasi dipertanyakan, muncul narasi baru. Anda pernah menunjukkan video saya marah, potongannya ditunjukkan. Tapi, konteksnya tidak,” jelas Sarwendah.
Halaman Selanjutnya
Ia mengaku telah memberikan penjelasan serta bukti mengenai konteks video tersebut, tetapi mempertanyakan apakah persepsi yang telanjur muncul di masyarakat ikut diluruskan.

3 days ago
13




















