Arab Saudi Benarkan Riyadh Diserang Rudal Houthi, Area Konflik Makin Meluas

3 hours ago 1

Minggu, 20 September 2026 - 07:50 WIB

VIVA –Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak Hothi di Yaman berupaya menyerang Riyadh pada Sabtu 19 September 2026 menggunakan rudal balistik. Serangan yang dilancarkan Houthi ini menjadi serangan pertama yang menargetkan ibu kota Arab Saudi sejak pertempuran dengan kelompok tersebut kembali meningkat dan membuka front baru dalam konlik dengan Iran. 

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengaatakan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat. Sejumlah warga Riyadh mengaku mendengar suara ledakan sementara beberapa warga lainnya melihat kepulan asap di sekitar bandara. Melansir laman NBC, Minggu 20 September 2026 tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak sampai di situ, koalisi pimpinan Arab juga menyebut Houthi berupaya menyerang fasilitas sipil di Kota Pelabuhan Yanbu, Laut Merah, tempat salah satu jaringan pipa minyak utama Arab Saudi berakhir. Serangan juga disebut menyasar Taif, Baysh, dan Farasan, tetapi seluruhnya berhasil digagalkan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai upaya serangan tersebut.

Sebelumnya, Houthi mengklaim, telah menargetkan sejumlah lokasi sensitive di Riyadh serta fasilitas perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, di Yanbu. Houthi menyebut serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar. Di sisi lain, perusahaan minyak terbesar di dunia yang ada di Arab Saudi, Aramco tidak memberikan komentar terkait klaim tersebut.

Konflik yang semakin meluas di dekat salah satu jalur pelayaran penting dunia tersebut menambah tekanan baru terhadap pasar global.

Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengklaim kelompoknya melancarkan serangan menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, dan drone. Ia juga mengatakan Arab Saudi berupaya menyerang Kota Sanaa, Yaman, yang dikuasai Houthi. Namun, dia tidak memberikan rincian mengenai serangan tersebut. Associated Press (AP) tidak dapat memverifikasi klaim dari kedua pihak secara independen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan terus meningkat. Pada Kamis, korban sipil pertama dalam eskalasi terbaru dilaporkan setelah pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan serpihan drone Houthi yang berhasil dicegat menewaskan seorang warga Yaman yang tinggal di Arab Saudi.

Sehari sebelumnya, Rabu, Arab Saudi mengatakan Houthi berupaya menyerang Mekkah, kota suci umat Islam, menggunakan drone yang kemudian berhasil dicegat. Pemerintah Arab Saudi menyebut keamanan kota kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai “garis merah”. Houthi dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Amerika Serikat (AS), yang merupakan sekutu dekat Arab Saudi, telah memberi sinyal bahwa saat ini tidak terlibat dalam konflik dengan Houthi. Sejumlah pejabat regional mengatakan kepada AP bahwa persediaan rudal pencegat Arab Saudi mulai menipis. Riyadh kemudian meminta bantuan pertahanan udara kepada Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |