Minggu, 20 September 2026 - 10:40 WIB
VIVA –Publik dibuat heboh dengan klaim adik laki-laki mendiang Putri Diana, Charles Spencer dalam memoarnya berjudul Swan Song: Diana, My Sister. Dalam memoar itu, adik mendiang Putri Diana itu menuding Raja Charles III begitu gembira saat mendengar mantan istrinya tewas dalam kecelakaan mobil di Paris Prancis pada tahun 1997 lalu.
Dalam memoarnya, Earl Spencer mengungkap sejumlah hal yang menurutnya menunjukkan perilaku keluarga kerajaan saat Diana meninggal. Ia juga menceritakan pengalamannya saat malam insiden kecelakaan mobil yang merenggut nyawa kakak perempuannya itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Berbeda dengan penelepon lainnya yang terkejut, nyaris tidak mampu mengucapkan belasungkawa dan menawarkan bantuan, dia (Charles) terdengar sangat gembira seperti pemenang lotre, begitu yang saya pikirkan saat itu. Dia memberi tahu saya bahwa pagi itu, di kamar tidur mereka di Balmoral, dia telah memberitahukan William dan Harry mengenai kematian ibu mereka. Semuanya terdengar anehnya begitu datar dan apa adanya, mengingat besarnya tragedi yang terjadi. Jika melihatnya kembali sekarang, saya menduga reaksi pertama sang pangeran mungkin lebih banyak memikirkan bagaimana peristiwa ini bisa membebaskannya untuk menikahi perempuan yang dicintainya, daripada memahami kehilangan seseorang yang tidak dicintainya. Setelah perceraian yang pahit, mungkin sulit untuk terlalu bersimpati kepada mantan pasangan atau orang-orang yang sangat menyayanginya," kata dia dikutip dari laman ABC News Australia, Minggu 20 September 2026.
Klaim tersebut melanjutkan perang pernyataan antara Earl Spencer dan Istana Buckingham yang kembali mencuat awal pekan ini setelah sejumlah bagian dari buku tersebut dipublikasikan.
Dalam salah satu pernyataannya, Earl Spencer mengklaim mantan kakak iparnya itu pernah mengatakan kepadanya, 'kita akan segera melupakannya', beberapa hari setelah Putri Diana meninggal.
Sebagai tanggapan, juru bicara Istana Buckingham memberikan klarifikasi. Pihak Istana menyebut bahwa Raja Charles memahami rasa kehilangan seorang saudara dapat memengaruhi penilaian seseorang.
"Meskipun pada prinsipnya kami tidak memberikan komentar mengenai buku, Yang Mulia menyadari bahwa rasa sakit akibat kehilangan saudara dapat mengaburkan penalaran, memengaruhi penilaian, dan memengaruhi ingatan dengan cara yang tidak dipahami orang lain, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut," demikian keterangan pihak Istana.
Halaman Selanjutnya
Sejumlah komentator kerajaan menyebut pernyataan tersebut sebagai salah satu teguran paling tajam yang pernah disampaikan seorang raja Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

38 minutes ago
1




















