Minggu, 20 September 2026 - 06:30 WIB
VIVA –Kobaran api dan asap hitam terlihat di dekat Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, Sabtu 19 September 2026. Peristiwa ini terjadi setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan serangan Udara di tengah konflik yang semakin memanas dengan kelompok Houthi.
Berdasarkan laporan AFP yang dikutip Minggu 20 September 2026, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang membakar sebuah tangka bahan bakar berlogo Aramco, perusahan minyak Arab Saudi di sebuha depot bahan bakar dekat bandara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, situs pelacak penerbangan, FlightRadar24 melaporkan adanya gangguan besar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Bandara tersebut sempat masuk dalam kategori gangguan tertinggi sebelum aktivitas penerbangan mulai kembali normal.
Gangguan itu terjadi setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara pada Sabtu dini hari. Peringatan tersebut menjadi yang pertama sejak pertempuran di negara tetangga, Yaman, kembali meningkat bulan ini.
Beberapa jam setelah peringatan dini hari tersebut, sejumlah warga mengatakan kepada AFP bahwa mereka mendengar suara yang menyerupai rentetan ledakan di sejumlah wilayah ibu kota Arab Saudi.
"Ke arah bandara, kami melihat asap hitam dan api," kata seorang warga yang tak mau disebutkan Namanya kepada AFP.
Belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan Arab Saudi pada Sabtu kemarin.
Arab Saudi, salah satu negara dengan kekuatan besar di kawasan tersebut, telah melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi. Namun, serangan tersebut belum berhasil menghentikan laju kelompok tersebut. Arab Saudi juga telah meminta bantuan sekutunya, Amerika Serikat (AS), tetapi belum berhasil mendapatkannya.
Ini menjadi pertama kalinya sejak perang saudara Yaman kembali berlangsung, ancaman dari konflik tersebut mencapai ibu kota Arab Saudi. Situasi ini semakin mengguncang perekonomian global yang sudah berada di bawah tekanan akibat perang antara AS dan Iran yang berlangsung hampir tujuh bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Wilayah ini berada di bawah ancaman serangan udara," demikian bunyi pesan yang diterima warga Riyadh sesaat sebelum pukul 03.00 waktu setempat.
Warga juga diminta tetap berada di dalam rumah. Wartawan AFP kemudian mendengar dua ledakan sebelum badan pertahanan sipil Arab Saudi mencabut peringatan tersebut sekitar 30 menit kemudian.
Halaman Selanjutnya
"Saya mendengar alarm, kemudian jendela rumah saya bergetar. Ini benar-benar menakutkan. Saya tidak menyangka hal ini akan terjadi," kata seorang warga Riyadh berusia 27 tahun yang tinggal di bagian utara kota kepada AFP.

4 hours ago
2




















