Minggu, 20 September 2026 - 09:35 WIB
VIVA –Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi terus meningkat. Dalam pernyataan resminya juru bicara Houthi, Yahya Saree menyebut dua target penting di Arab Saudi menjadi sasaran serangan menggunakan rudal balistik, drone, dan rudal jelajah.
Ini merupakan kali pertama dalam beberapa bulan terakhir Houthi kembali menggunakan rudal jelajah. Sejumlah video yang beredar di media sosial tampaknya memperlihatkan kepulan asap dari sekitar Bandara Internasional King Khalid, serta fasilitas minyak Aramco di Yanbu demikian seperti melansir laman Al Jazeerah, Minggu 20 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelompok tersebut sebelumnya telah menyatakan akan menargetkan permata paling berharga dan aset paling penting milik Arab Saudi, yakni fasilitas minyak Aramco. Kini, Houthi tampaknya merealisasikan ancaman tersebut dengan meningkatkan serangan secara rutin setiap pekan.
Pesan yang ingin disampaikan kelompok asal Yaman itu adalah meskipun Arab Saudi terus melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Yaman, mereka akan tetap meningkatkan serangan dan membalas setiap eskalasi dengan eskalasi serupa.
Serangan tersebut bukan sekadar bentuk protes terhadap serangan udara Arab Saudi. Menurut Saree, serangan itu juga merupakan respons terhadap apa yang disebut kelompok tersebut sebagai kebohongan dan propaganda yang dilakukan Arab Saudi. Riyadh sebelumnya menuduh Ansar Allah (Houthi) menargetkan Kota Suci Mekkah.
Pemimpin gerakan Ansar Allah, Abdel-Malik al-Houthi, mengatakan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Arab Saudi atas tuduhan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kelompoknya memiliki hak untuk merespons tudingan tersebut.
Respons itu tampaknya diwujudkan melalui peningkatan aksi militer, termasuk serangan menggunakan lebih banyak rudal, drone, dan rudal balistik yang menyasar wilayah Arab Saudi, khususnya target-target strategis yang dianggap penting bagi negara tersebut.
Arab Saudi Siapkan Balasan Skala Besar
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, peneliti senior di King’s College London, Nawaf Obaid mengatakan Arab Saudi dan negara-negara sekutunya tengah menyiapkan respons militer terkoordinasi terhadap serangkaian serangan Houthi baru-baru ini. Menurutnya, posisi Riyadh sebenarnya tidak sesendiri seperti yang terlihat.
"Ada koalisi yang mulai terbentuk untuk menghadapi ancaman tersebut dan menentukan respons yang tepat terhadap apa yang telah dilakukan Houthi," kata Obaid kepada Al Jazeera.
Halaman Selanjutnya
Obaid mengatakan respons tersebut akan segera datang.

1 hour ago
1




















