Jakarta, VIVA – Dunia kecantikan di Indonesia terus mengalami perubahan. Jika beberapa tahun lalu tren kecantikan lebih banyak berfokus pada penggunaan makeup tebal dan mengikuti standar wajah tertentu, kini arah tren mulai bergeser. Semakin banyak perempuan Indonesia yang menempatkan kesehatan kulit, perawatan jangka panjang, dan pendekatan yang lebih personal sebagai prioritas utama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Meningkatnya akses informasi melalui media sosial, platform digital, serta edukasi dari dokter kulit dan ahli kecantikan membuat masyarakat semakin memahami bahwa kecantikan tidak hanya ditentukan oleh penampilan luar, tetapi juga kondisi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Kini, muncul tren baru yang mulai menarik perhatian banyak perempuan Indonesia, yaitu analisis wajah secara menyeluruh yang dilanjutkan dengan rekomendasi solusi anti-aging langsung dari ahli kecantikan dan tenaga medis profesional.
Tren ini berbeda dengan pendekatan kecantikan konvensional yang sering kali hanya berfokus pada penggunaan produk atau mengikuti tren yang sedang populer. Melalui analisis wajah, perempuan dapat mengetahui kondisi kulit, struktur wajah, tanda-tanda penuaan dini, hingga faktor-faktor yang memengaruhi penampilan mereka secara lebih objektif.
Kemajuan teknologi turut mendukung berkembangnya tren ini. Berbagai klinik dan pusat kecantikan kini memanfaatkan perangkat analisis digital yang mampu memetakan kondisi kulit secara detail. Mulai dari tingkat kelembapan, elastisitas kulit, pigmentasi, kerutan halus, hingga potensi masalah kulit yang mungkin belum terlihat secara kasat mata.
Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan program perawatan yang lebih personal. Dengan pendekatan ini, perempuan tidak lagi harus menebak-nebak produk atau perawatan yang cocok, melainkan mendapatkan rekomendasi berdasarkan kondisi wajah mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tren analisis wajah juga semakin diminati karena banyak perempuan mulai memahami bahwa proses penuaan tidak terjadi secara tiba-tiba. Tanda-tanda seperti penurunan elastisitas kulit, munculnya garis halus, perubahan kontur wajah, hingga berkurangnya volume pada area tertentu dapat terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia.
Banyak pelaku industri kecantikan melihat tren ini sebagai perubahan positif. Perempuan kini semakin kritis dalam memilih perawatan dan lebih mengutamakan hasil yang realistis serta berbasis ilmu pengetahuan dibanding sekadar mengikuti standar kecantikan yang sedang viral.
Halaman Selanjutnya
Hal itu yang dibahas oleh Dr. Kim Han-jo, seorang pionir bedah plastik kosmetik paling dihormati dari Seoul, dengan Devita Rusdy yang bertindak selaku host sekaligus figur publik, pengusaha, dan pemimpin pergerakan lintas organisasi perempuan di Indonesia.

1 week ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)