Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG

3 hours ago 4

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha menyebut kehadiran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang baru menjawab keresahan dan keinginan masyarakat soal perbaikan pelaksanaan program MBG

Rahman pun meyakini agenda perbaikan yang dilakukan Kepala BGN Sudaryono akan semakin berdampak positif pada peningkatan gizi dan kondisi sosio-ekonomi masyarakat.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kedepan program ini tidak hanya bergizi tapi juga enak dan bervariatif. Program MBG mempunyai banyak manfaat diantaranya menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 Juta orang dan mempercepat proses rantai pasok makanan yang akan mempercepat perputaran ekonomi dan bakal berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahma, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.  

Rahman pun menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang memutuskan pemisahan anggaran program MBG dengan anggaran pendidikan di dalam APBN. Menurut Rahman, putusan MK tersebut justru semakin memperkuat aspek konstitusionalitas MBG. 

“Dengan adanya Keputusan MK pada 30 Juli 2026 lalu, itu menunjukkan program MBG tidak bertentangan dengan konstitusi. Namun yang perlu dievaluasi tentu terkait dengan penggunaan anggaran untuk program MBG,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Desk Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli menjelaskan hasil survei lembaganya mencatat mayoritas publik setuju dengan adanya program MBG. Sebanyak 71,5 persen publik menyetujui program MBG dan sekitar 67,6 persen masyarakat percaya program MBG berdampak secara langsung terhadap keluarga. 

“Survei Adidaya Institute menunjukkan sebanyak 67,6 persn masyarakat menyatakan pogram MBG berdampak secara langsung terhadap keluarga. Adapun masalah utama dari program MBG ini terkait dengan tata kelola (24,9 persen), anggaran (23,9 persen) dan korupsi (18,1 persen),” ujar Fadhli.   

Guru Besar Ilmu Gizi Masyarakat IPB, Prof. Ikeu Tanziha menyatakan Program (MBG) merupakan pelaksanaan tanggung jawab negara dalam memenuhi hak anak atas kehidupan, tumbuh kembang, pengasuhan, dan akses terhadap makanan bergizi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut, ungkapnya, sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak. Karena itu, menurutnya, program MBG ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. 

“Perbaikan status gizi akan meningkatkan kapasitas kognitif dan kesehatan individu, yang pada akhirnya mendorong produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Setiap investasi pada intervensi gizi diperkirakan mampu memberikan pengembalian manfaat hingga 16 kali lipat,” ucapnya.  

Halaman Selanjutnya

Menurut Ikeu, meski secara nasional, Indonesia menunjukkan tren perbaikan prevalensi stunting hingga mencapai 19,8 persen pada tahun 2024, namun tantangan masih tetap muncul karena prevalensi underweight kembali meningkat menjadi 16,8 persen. Hal ini, ungkapnya, menunjukkan bahwa persoalan gizi belum sepenuhnya terselesaikan dan memerlukan intervensi yang lebih komprehensif. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |