Adnan/Indah Menang Duel Sesama Indonesia di Swiss Open 2026, Dejan/Bernadine Tersingkir

1 day ago 1

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:00 WIB

Basel, VIVA – Duel sesama wakil Indonesia tersaji di babak 32 besar Swiss Open 2026. Pasangan ganda campuran Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil keluar sebagai pemenang setelah menundukkan rekan senegara Dejan Ferdinansyah dan Bernadine Anindya Wardana.

Bertanding di St. Jakobshalle, pasangan Adnan/Indah menang dua gim langsung dengan skor 21-18 dan 21-14 dalam waktu 35 menit pada Rabu 11 Maret 2026. Indah mengakui pertandingan berjalan cukup menantang karena kedua pasangan sudah sangat mengenal gaya bermain masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami, kan, di latihan sudah sering ketemu jadi sudah sama-sama tahu. Mungkin pertandingan tadi siapa yang lebih siap dia yang menang," kata Indah dalam keterangan yang dikutip PBSI, Kamis 12 Maret 2026.

Sejak awal gim pertama, pertandingan berlangsung cepat dan sengit. Kedua pasangan saling mengejar angka hingga kedudukan imbang 8-8. Adnan/Indah kemudian mampu mengambil momentum dengan mencetak dua poin beruntun sebelum menutup interval dengan keunggulan 11-9.

Selepas jeda, Dejan/Bernadine sempat bangkit dan menyamakan skor menjadi 14-14. Duel kembali berjalan ketat dengan selisih poin tipis hingga kedudukan 18-18. Namun, Adnan/Indah tampil lebih tenang di momen krusial. Mereka mengamankan tiga poin terakhir untuk merebut gim pertama 21-18 dalam 17 menit.

Pada gim kedua, persaingan hanya berlangsung ketat di awal laga. Setelah skor sempat imbang 2-2, Adnan/Indah mulai menjauh dan unggul cukup nyaman 11-5 saat interval.

Permainan agresif pasangan juara Thailand Masters 2026 itu terus berlanjut setelah jeda. Meski Dejan/Bernadine sempat memberi perlawanan dengan meraih lima poin beruntun hingga mendekat 12-16, Adnan/Indah mampu kembali mengendalikan permainan.

Mereka kemudian mengamankan enam match point sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 21-14 setelah smes keras Adnan tak mampu dikembalikan Bernadine.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di gim pertama kami bermain terburu-buru, banyak buang poin dari sana. Di gim kedua kami mencoba lebih tenang dan bisa mengontrol pertandingan," ujar Adnan.

Bagi Indah, turnamen di Basel ini juga menjadi momentum penting bagi mereka setelah sebelumnya meraih gelar juara di Thailand. Hasil tersebut disebut memberi tambahan motivasi untuk tampil lebih konsisten di turnamen berikutnya.

Halaman Selanjutnya

"Kami mau konsisten, karena kami tahu mempertahankan itu lebih berat daripada menggapai," tambah Indah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |