Airlangga Pastikan Pasokan Energi RI Sudah Aman dari Sumber di Luar Timur Tengah

4 hours ago 1

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, Indonesia telah mengamankan pasokan energi dari berbagai sumber di luar Timur Tengah, sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Dia menjelaskan, sejumlah alternatif pasokan energi berasal dari kerja sama perdagangan dengan AS, serta akses pasokan yang dimiliki oleh PT Pertamina dari Venezuela.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dari segi energi, karena kebetulan kita sudah tanda tangan ART (Agreement of Reciprocal Trade), memang suplai dari energi kita sudah juga melakukan MoU dengan Amerika Serikat dan juga Pertamina punya akses di Venezuela," kata Airlangga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menambahkan, pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi global yang sulit diprediksi. Airlangga mengaku pemerintah Indonesia saat ini lebih siap menghadapi ketidakpastian, dengan belajar dari lonjakan harga energi akibat konflik Rusia dan Ukraina.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga subsidi energi agar tidak memberatkan masyarakat. Namun di sisi lain, kenaikan harga komoditas juga dapat meningkatkan penerimaan negara.

"Di satu sisi itu yang terkait dengan subsidi kita jaga dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi ya kita akan lanjutkan. Dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau (harga) komoditas itu naik," ujar Airlangga.

Meski demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak penuh dari dinamika konflik Timur Tengah terhadap ekonomi.

“Kita tentu melihat situasinya, masih too early to call,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Airlangga juga menilai kondisi global yang tidak pasti membuat investor cenderung menahan ekspansi sehingga ketahanan ekonomi menjadi faktor yang semakin penting.

“Inilah yang harus kita dorong karena the new world juga membuat semua investasi akan melihat kembali, dan juga akan menahan karena dalam situasi seperti ini tentu daya tahan, resiliensi itu yang paling utama termasuk juga di sektor ekonomi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Adapun berdasarkan dokumen kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan AS, Indonesia berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi dari AS senilai sekitar 15 miliar dolar AS.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |