Alami Depresi Berat Akibat Intimidasi, Ternyata ini Kata-kata yang Membuat dr Icha Mengakhiri Hidupnya

4 hours ago 1

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:50 WIB

VIVA – Dokter muda bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha diduga tewas bunuh diri lantaran mengalami depresi berat.

Menurut diagnosis dokter, dr Icha mengalami depresi berat setelah mendapatkan intimidasi yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak professional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ketiganya merupakan anggota keluarga dari seorang pasien dari dr Icha yang terkena gigitan ular.

Dokter muda ini meninggal dunia pada Jumat, (26/6/2026) di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu selama dua minggu.

Setelah melakukan pendekatan kepada korban, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan penyebab dr Icha mengalami depresi berat.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Kebo mengungkapkan bahwa intimidasi yang diduga dilakukan tiga orang anggota dewan berupa verbal.

Sebagai anggota keluarga pasien, ketiganya menanyakan prosedur yang dilakukan oleh dr Icha.

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha

Photo :

  • Kolase VIVA/Instagram @kemenkes_ri

Namun, diduga karena tidak sabar dengan penanganannya akhirnya mereka mengucapkan kata-kata yang dinilai menyakiti hatinya hingga menyebabkan dr Icha mengalami trauma berat.

“Dokter Icha mungkin menjawab dan mereka tidak sabar, kemudian berlanjut bentuk intimidasi itu muncul lah kalimat ‘bodoh’ disitu. ‘Dokter Icha bodoh tidak bisa mengerti SOP’,” ungkap Yosep Falentinus Kebo pada program acara Kabar Petang, tvOne.

Pernyataan dari ketiga anggota Dewan tersebut membuat korban merasa bodoh dan tidak berguna.

“Ada juga anggota dewan yang mengatakan bahwa kami memegang SOP sehingga dr Icha pada saat dirawat kita tanyakan dia bilang ‘sepertinya saya merasa bodoh. Saya dianggap bodoh sehingga saya juga merasa tidak berguna keilmuan yang saya punya’,”

Akibat dari pernyataan dan berbagai ancaman membuat dr Icha mengalami trauma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanggapan Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Halaman Selanjutnya

Menyikapi tragedi ini, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen unruk mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi yang dialami almarhumah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |