Jakarta, VIVA – Banyak pemilik mobil mengira batas kecepatan kendaraan hanya ditentukan oleh performa mesin atau kemampuan pengemudi. Padahal, ban yang menjadi satu-satunya komponen bersentuhan langsung dengan jalan juga memiliki batas kecepatan yang sudah ditentukan oleh pabrikan.
Setiap ban mobil dibekali speed rating atau indeks kecepatan yang menunjukkan kemampuan maksimal ban saat digunakan dalam kondisi ideal. Informasi tersebut tercantum dalam kode yang tertera di dinding ban, namun masih banyak pengendara yang belum memahami artinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai contoh, dikutip VIVA Otomotif dari Suzuki, Minggu 28 Juni 2026, ban dengan kode T memiliki batas kecepatan hingga 190 km per jam. Sementara ban berkode H mampu digunakan hingga 210 km per jam, sedangkan kode V memiliki batas kecepatan maksimum 240 km per jam.
Di Indonesia, sebagian besar mobil penumpang yang dijual dengan ban standar pabrik menggunakan speed rating T atau H. Ban dengan kode tersebut sudah dianggap memadai karena disesuaikan dengan karakter kendaraan dan aturan batas kecepatan yang berlaku di jalan raya.
Misalnya, mobil kategori LCGC, MPV, maupun SUV kompak umumnya menggunakan ban berkode T atau H. Adapun mobil berperforma lebih tinggi dan kendaraan premium biasanya sudah menggunakan ban dengan kode V atau bahkan lebih tinggi.
Meski demikian, angka yang tertera pada speed rating bukan berarti pengemudi dianjurkan memacu kendaraan hingga batas tersebut. Kecepatan maksimal itu diperoleh melalui pengujian dalam kondisi ideal, mulai dari tekanan angin yang sesuai, beban kendaraan tidak berlebihan, hingga kondisi ban yang masih prima.
Jika salah satu faktor tersebut tidak terpenuhi, kemampuan ban dalam menahan panas dan beban akan menurun. Risiko seperti ban mengalami overheating, aus lebih cepat, hingga pecah ban juga akan meningkat, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memperhatikan speed rating, pengemudi juga sebaiknya rutin memeriksa tekanan angin ban sebelum berkendara. Tekanan angin yang terlalu rendah dapat membuat suhu ban meningkat lebih cepat akibat gesekan berlebih dengan permukaan jalan.
Kondisi tapak ban juga tidak boleh diabaikan. Ban yang sudah aus atau berusia terlalu lama akan mengalami penurunan daya cengkeram dan kekuatan struktur, sehingga lebih rentan mengalami kerusakan ketika dipacu pada kecepatan tinggi.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, memahami kode yang tertera di dinding ban sama pentingnya dengan mengetahui spesifikasi mesin kendaraan. Dengan menggunakan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan menjaga kondisinya tetap baik, perjalanan akan menjadi lebih aman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kegagalan ban.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)