Tanggapan Menohok Pemilik Foto yang Diedit untuk Narasi Gay Parenting

3 hours ago 2

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:30 WIB

Jakarta, VIVA – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan polemik dugaan penyalahgunaan foto keluarga yang diedit untuk mendukung narasi mengenai gay parenting. Peristiwa ini menjadi sorotan luas setelah pemilik foto akhirnya angkat bicara dan membantah isi unggahan yang viral di Threads.

Kasus tersebut memicu perhatian publik karena tidak hanya menyangkut dugaan manipulasi gambar, tetapi juga melibatkan foto anak-anak yang digunakan tanpa izin dari orang tua. Respons tegas dari pemilik foto pun menjadi perbincangan karena dianggap meluruskan informasi yang telah terlanjur menyebar di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, sebuah akun Threads bernama Rio Damar mengunggah foto yang menampilkan dua pria bersama dua anak. Unggahan tersebut disertai narasi yang mengaitkan gambar itu dengan kehidupan keluarga pasangan sesama jenis.

"Dear heteronormative couple, this is what gay parenting look like. Biasanya kami adopsi anak-anak yang ditelantarkan kaum-kaum heteroseksual karena banyak dari mereka yang mau enak-enaknya doang tapi kabur dari tanggung jawab. Kami yang beresin gapapa. Ikhlas kok," tulis akun tersebut yang dikutip pada Minggu, 28 Juni 2026.

Tidak lama setelah unggahan tersebut viral, seorang pengguna Threads dengan akun @hanumtk muncul memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa foto yang beredar sebenarnya merupakan foto keluarganya bersama suami dan kedua anak mereka.

Menurutnya, gambar tersebut telah mengalami penyuntingan sehingga sosok dirinya dihapus dan diganti dengan pria lain. 

Akibatnya, foto keluarga tersebut terlihat seolah menggambarkan keluarga yang berbeda. Untuk memperkuat penjelasannya, ia mengunggah foto asli yang belum mengalami proses pengeditan.

"Dear LGBTQ+ ini namanya foto suami istri anak yang lagi foto keluarga ya," tulis akun @hanumtk.

Selain menyoroti dugaan penyuntingan foto, banyak pengguna media sosial juga mengkritik penggunaan foto anak di bawah umur dalam narasi yang sensitif tanpa persetujuan orang tua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut mereka, penyebaran foto pribadi yang telah dimodifikasi dapat berdampak pada privasi keluarga, terutama bagi anak-anak yang identitasnya ikut tersebar luas di internet.

Perdebatan kemudian bergeser pada pentingnya menghormati hak privasi seseorang di media sosial. Banyak warganet mengingatkan bahwa penggunaan foto milik orang lain, terlebih setelah diubah dan dipakai untuk mendukung narasi tertentu, dapat menimbulkan kerugian bagi pemilik foto.

Halaman Selanjutnya

Persoalan ini kini tidak hanya menjadi perbincangan di dunia maya, tetapi juga mulai memasuki ranah hukum. Pengacara Tomy Arkan mengungkapkan bahwa timnya telah memberikan pendampingan hukum kepada keluarga pemilik foto secara cuma-cuma atau pro bono.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |