Basel, VIVA – Indonesia sempat menaruh harapan besar di sektor ganda campuran pada Swiss Open 2026. Tiga pasangan “Merah Putih” berhasil menembus perempat final turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 tersebut. Namun pada akhirnya, hanya satu pasangan yang mampu melanjutkan langkah hingga babak semifinal.
Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan setelah memenangi duel sengit sesama pemain pelatnas. Mereka menyingkirkan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dalam laga ketat tiga gim di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat 13 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertandingan berlangsung dramatis sejak awal. Amri/Nita membuka laga dengan kemenangan 21-18 pada gim pertama. Namun Adnan/Indah tidak menyerah begitu saja dan berhasil memaksakan rubber game setelah merebut gim kedua dengan skor tipis 22-20.
Ketegangan memuncak di gim penentuan. Kedua pasangan saling mengejar angka hingga akhirnya Amri/Nita memastikan kemenangan 21-19 setelah bertarung selama 63 menit.
“Alhamdulillah sudah bisa menang, bisa cepat adaptasi dengan perubahan-perubahan lawan,” kata Amri, Sabtu 14 Marert 2026 dikutip PBSI.
Menurut Amri, Adnan/Indah tampil cukup merepotkan karena berani memainkan variasi strategi di lapangan. Pasangan tersebut tidak hanya mengandalkan pola permainan utama mereka, tetapi juga beberapa kali mengubah tempo permainan secara tiba-tiba.
Hal itu membuat pertandingan berlangsung lebih dinamis dan memaksa Amri/Nita untuk terus menyesuaikan diri.
“Cuma tadi paling antisipasi dari kami, ya. Kami tetap harus ngikutin speed-nya dan nggak boleh kalah tahan. Fokusnya tetap harus dijaga dan kelebihan kami terus dikeluarkan maksimal,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, Nita mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengubah pendekatan di gim ketiga. Ia memilih lebih tenang dan tidak terlalu banyak berkomunikasi seperti pada dua gim sebelumnya, agar bisa lebih fokus membaca permainan lawan.
“Dia tahu apa yang dia harus lakukan, sementara saya yang harus lebih cepat untuk antisipasi bola mereka, untuk bikin serangan buat Kak Amri. Juga coba lebih tenang dan akhirnya bisa menemukan pola saya sendiri,” tambah Nita.
Halaman Selanjutnya
Menjelang akhir pertandingan, pasangan ini merasa mulai mampu membaca pola permainan lawan dengan lebih jelas. Kepercayaan diri pun meningkat sehingga mereka berani mengambil risiko untuk mengakhiri reli.

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



