Anak Muda Disebut Jadi Kunci Masa Depan, Ini Pesan Keras soal Kepemimpinan Inklusif

6 hours ago 5

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:35 WIB

Pangkalpinang, VIVA – Anak muda didorong untuk tampil sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik 2026 yang digelar di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan ini mengangkat tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan,”.

Sebanyak 107 peserta dari 20 provinsi turut ambil bagian dalam forum kaderisasi tersebut. Acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, bersama sejumlah tokoh gereja dan pendamping organisasi kepemudaan.

Dalam homilinya, Mgr. Sunarko menekankan bahwa model kepemimpinan yang diajarkan Yesus berangkat dari proses pendampingan, pelayanan, dan keteladanan, bukan dominasi kekuasaan.

“Setelah Yesus wafat, para murid kocar-kacir. Petrus kembali menjadi nelayan dan diikuti murid-murid lainnya. Mereka merasa kehilangan harapan,” kata Sekretaris Jenderal KWI ini, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menegaskan, proses pembentukan para rasul justru lahir dari pengalaman jatuh bangun, yang kemudian membentuk mereka menjadi pemimpin yang siap melayani dan bersaksi.

“Latihan kepemimpinan para rasul dimulai dari pengalaman bersama Yesus. Mereka dibentuk bukan untuk berebut kuasa, tetapi untuk melayani dan menghadirkan harapan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi landasan utama dalam pelaksanaan KKL I tahun ini, yang menekankan pentingnya kepemimpinan muda yang inklusif, kolaboratif, dan peka terhadap persoalan sosial masyarakat.

Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengatakan kegiatan ini menjadi ruang penting dalam mencetak kader pemimpin yang siap berkontribusi untuk bangsa.

“Pemuda Katolik memiliki semboyan Pro Ecclesia et Patria, untuk Gereja dan bangsa. Karena itu kami siap mendukung pembangunan dan berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Gusma.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kader Pemuda Katolik harus hadir sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN Aminudin Ma’ruf menyoroti perlunya ruang tumbuh yang lebih luas bagi pelaku usaha muda dan UMKM.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, struktur bisnis yang terlalu luas pada perusahaan besar justru dapat membatasi ruang ekonomi generasi muda.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |