Jakarta, VIVA – Nama pemain muda Macarthur FC, Luke Vickery, belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Pemain yang merumput di Liga Australia (A-League) ini disebut-sebut menjadi salah satu target naturalisasi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memperkuat barisan penyerangan Garuda.
Menanggapi kabar tersebut, pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menilai bahwa Vickery adalah pemain yang memiliki prospek cerah. "Vickery ini pemain potensial. Usianya masih muda dan dia punya kecepatan serta skill bermain yang bagus," ujar pria yang akrab disapa Bung Kus tersebut di Jakarta, dilansir dari ANTARA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kehadiran Vickery di Timnas Australia U-19 menjadi bukti sahih bahwa kualitasnya tidak sembarangan. Namun, Bung Kus mengingatkan bahwa pemain berusia 20 tahun ini masih berada di fase awal karier profesionalnya, sehingga konsistensi tetap menjadi kunci.
Cocok dengan Skema Timnas
Secara teknis, profil Vickery dianggap sangat ideal untuk mengisi pos di lini depan Indonesia. Dalam skema pola 3-4-3 atau 4-3-3 yang sering diterapkan, karakter pemain sayap yang eksplosif seperti Vickery sangat dibutuhkan.
Berdasarkan data Transfermarkt, Vickery menunjukkan progres signifikan musim ini bersama Macarthur FC dengan torehan empat gol dan satu assist. Ia juga lebih sering dipercaya menjadi starter (13 kali dari 22 laga) dibandingkan musim lalu.
Tantangan Persaingan di Lini Serang
Meski memiliki catatan impresif di Australia, jalan Vickery menuju tim utama Indonesia diprediksi tidak akan mudah. Ia harus bersaing dengan sederet nama beken yang sudah memiliki jam terbang tinggi di bawah asuhan John Herdman.
"Tidak otomatis Vickery akan langsung mendapat kepercayaan. Di posisinya saat ini ada beberapa pemain yang tak kalah bagus, seperti Miliano Jonathans, Eliano Reijnders, hingga Yakob Sayuri. Belum lagi nama-nama seperti Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaeman," tutur Kusnaeni.
Winger keturunan Medan, Luke Vickery
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peran PSSI dan Komunikasi Intens
Lebih lanjut, Kusnaeni menekankan pentingnya peran PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) untuk terus menjaga komunikasi dengan para pemain diaspora berbakat. Menurutnya, naturalisasi bukan sekadar soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang kebutuhan strategi tim nasional.
Halaman Selanjutnya
"Pemain tersebut perlu merasa diperhatikan, sehingga tertantang untuk terus memperlihatkan kemampuan dirinya. Jadi, jika suatu saat dibutuhkan, kita tidak kesulitan mendapatkan tambahan pemain berkualitas," pungkasnya.

4 weeks ago
11



























