Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik Sering Terabaikan, Kualitas Hidup Pasien Terancam

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Anemia pada penyakit ginjal kronik masih menjadi masalah kesehatan yang kerap luput dari perhatian. Padahal kondisi ini dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) mendorong peningkatan akses terapi anemia bagi pasien penyakit ginjal kronik (PGK) di Indonesia.

Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Etana dalam mendukung penanganan penyakit ginjal secara lebih komprehensif. Selain itu, peningkatan akses terapi juga diharapkan dapat membantu pasien mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik secara berkelanjutan.

Salah satu terapi penting dalam tata laksana anemia pada penyakit ginjal kronik adalah terapi Erythropoietin (EPO). Terapi ini berperan dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah sehingga kadar hemoglobin tetap terjaga.

Guna mendukung ketersediaan terapi tersebut, Etana menghadirkan Renogen, produk EPO yang diproduksi di dalam negeri dan telah digunakan dalam pelayanan kesehatan sesuai standar medis serta praktik klinis nasional.

Director of Renal & Cardio Business Unit Etana, Roy Priadi, mengatakan, penyakit ginjal kronik tidak hanya berdampak pada fungsi organ, tapi juga memengaruhi kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

"Penyakit ginjal kronik tidak hanya berdampak pada fungsi organ, tetapi juga pada kualitas hidup pasien. Oleh sebab itu, memastikan akses terhadap terapi yang tepat menjadi sangat penting. Melalui produksi lokal, Etana berupaya menghadirkan pengobatan yang berkualitas, lebih mudah diakses, dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia," ujar Roy dalam sebuah kesempatan baru-baru ini di Jakarta.

Secara global, penyakit ginjal kronik menjadi salah satu tantangan kesehatan yang semakin meningkat. Diperkirakan sekitar satu dari sepuluh orang dewasa di dunia mengalami gangguan ginjal.

Tren yang sama juga terjadi di Indonesia. Peningkatan jumlah penderita diabetes dan hipertensi yang menjadi dua faktor risiko utama kerusakan ginjal turut memperbesar angka kasus penyakit ginjal kronik.

Kondisi ini juga memberikan dampak signifikan terhadap sistem kesehatan nasional. Pengobatan penyakit ginjal termasuk salah satu beban pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain menyediakan terapi, Etana juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pelayanan pasien ginjal.

Upaya tersebut, kata Roy, meliputi peningkatan edukasi masyarakat, dukungan bagi tenaga kesehatan, hingga penyediaan terapi yang sesuai dengan pedoman klinis nasional.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |