Terkena Air Keras, Ini 5 Langkah Pertolongan Pertama yang Perlu Dilakukan

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Luka akibat air keras termasuk dalam acid and chemical burn atau luka bakar kimia. Luka serupa baru-baru ini dialami seorang aktivis yang disiram orang tak dikenal saat berkendara motor.

Video penyiraman aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus viral di berbagai media dan tengah menjadi perbincangan hangat.

Terkait luka bakar air keras, dokter Adam Prabata menguraikan cara pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan.

Melalui akun Instagram, ia mengutip informasi dari National Health Service (NHS) dan memaparkan langkah-langkah berikut jika terkena air keras:

  • Lepaskan semua pakaian atau benda yang terkena zat kimia tersebut bila memungkinkan
  • Singkirkan bila ada zat kimia kering dari kulit
  • Berikan air yang banyak atau air mengalir ke area yang terkena selama satu jam terus menerus
  • Jangan berikan apapun, termasuk krim atau zat kimia lain ke area tubuh yang terkena air keras
  • Segera bawa ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan memadai.

“Izin memberikan info pertolongan pertama bila terkena air keras, semoga kita semua selalu diberi keselamatan,” tulis Adam dalam unggahannya, dikutip pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Mengenal Luka Bakar Kimia

Dilansir Mayo Clinic, luka bakar kimia adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh asam kuat, pembersih saluran air, pengencer cat, bensin, dan banyak zat lainnya termasuk air keras.

Luka bakar kimia berat membutuhkan bantuan medis darurat. Luka bakar kimia ringan biasanya dapat diobati dengan pertolongan pertama.

Mengutip Cleveland Clinic, jika luka akibat air keras masuk dalam kategori parah, maka pasien mungkin memerlukan operasi untuk mengangkat bagian kulit yang terbakar.

Bahkan, beberapa orang membutuhkan cangkok kulit (skin graft). Tindakan ini dilakukan oleh ahli bedah dengan mengambil kulit sehat dari bagian tubuh lain dan menempelkannya ke area yang terbakar.

Sebagian besar luka bakar kimia ringan sembuh tanpa meninggalkan bekas luka permanen. Namun, efek jangka panjang dari luka bakar kimia parah dapat meliputi:

  • Kanker kulit, lambung, atau kerongkongan.
  • Striktur esofagus (penyempitan kerongkongan, terkadang karena jaringan parut).
  • Perforasi (lubang) pada lambung, kerongkongan, atau kornea.
  • Bekas luka.
  • Perubahan warna kulit.
  • Kehilangan penglihatan jika terkena mata.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diserang air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) seperti mengutip News Liputan6.com.

Akibatnya, Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya menceritakan kronologinya. Peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Podcast rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," ujar Dimas seperti dikutip dari keterangan pada Jumat (13/3/2026).

Bisa Picu Luka Fatal

Dimas menduga tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.

Seharusnya, pejuang HAM dilindungi. Sesuai Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Prosedur Perlindungan Terhadap Pembela HAM.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," tegas Dimas.

Dia mendesak aparat kepolisian turun tangan menyelidiki kasus ini. Pelaku harus terungkap, termasuk motifnya melakukan penyerangan.

“Penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” tutupnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |