Tips Mudik bagi Penderita GERD agar Asam Lambung Tak Kambuh di Perjalanan

10 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan tersendiri. Oleh sebab itu, penting bagi penderita GERD untuk mengetahui tips mudik aman agar perjalanan tetap nyaman dan kesehatan tetap terjaga.

Bagaimana tidak? Kondisi kelelahan, perubahan pola makan, hingga stres akibat kemacetan dapat memicu kambuhnya gejala. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, menyarankan penderita GERD mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang agar kondisi tubuh tetap stabil selama mudik.

Menurut Ari, salah satu tips mudik bagi penderita GERD adalah memilih waktu perjalanan yang tepat. Ia menyarankan perjalanan dilakukan pada malam hari, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Sebaiknya melakukan perjalanan mudik di malam hari, artinya tidak dalam kondisi berpuasa. Kalau perjalanan siang hari saat berpuasa, energi akan cepat terkuras," kata Ari dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.

Bawa Bekal dari Rumah

Selain waktu perjalanan, pola makan juga perlu diperhatikan. Penderita GERD dianjurkan membawa makanan sendiri dari rumah untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis atau tidak sesuai dengan kondisi lambung.

Menurut Ari, pada momen Lebaran banyak rumah sakit di daerah yang dipenuhi pasien dengan keluhan maag atau asam lambung kambuh akibat pola makan yang tidak terjaga.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama perjalanan antara lain gorengan, cokelat, dan keju. Makanan tersebut dikenal dapat memicu naiknya asam lambung pada sebagian penderita GERD.

"Penderita GERD sebaiknya mengurangi makanan yang memicu asam lambung seperti gorengan," ujarnya.

Kelola Stres Selama Perjalanan

Selain makanan, faktor stres juga dapat memicu kambuhnya GERD. Perjalanan mudik identik dengan kemacetan panjang yang bisa memicu kelelahan dan tekanan emosional.

Karena itu, Ari menyarankan pemudik menyiapkan hal-hal yang dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil selama perjalanan, seperti gawai atau hiburan sederhana.

"Biasanya perjalanan mudik macet. Jadi pemudik harus siap dengan gawai atau powerbank agar tetap ada aktivitas yang bisa dilakukan sehingga stres bisa berkurang," katanya.

Jangan Lupa Bawa Obat

Hal penting lain yang sering dilupakan adalah membawa obat-obatan pribadi. Penderita GERD disarankan selalu membawa obat yang biasa digunakan untuk menetralkan asam lambung.

Hal ini penting karena kondisi di perjalanan tidak selalu dapat diprediksi. Jika gejala muncul tiba-tiba, belum tentu mudah menemukan apotek atau fasilitas kesehatan terdekat.

Secara umum, GERD memiliki gejala seperti rasa panas di dada (heartburn), nyeri dada, hingga sensasi pahit di mulut. Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang dengan obesitas, perokok, serta mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Dengan persiapan yang baik, penderita GERD tetap bisa menikmati perjalanan mudik dengan nyaman. Kuncinya adalah menjaga pola makan, mengelola stres, dan memastikan kondisi tubuh tetap prima sepanjang perjalanan.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |