Rabu, 11 Maret 2026 - 16:00 WIB
Amerika Serikat, VIVA –Donald Trump menyatakan bahwa dirinya tidak senang dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Presiden Amerika Serikat itu sebelumnya telah berulang kali memperingatkan agar putra dari mendiang, Ali Khamenei itu tidak dipilih untuk memimpin Iran, apalagi saat konflik AS-Israel dengan Iran semakin memanas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya tidak mau menjalani ini hanya untuk berakhir dengan Khamenei lainnya. Saya ingin terlibat dalam pemilihannya,” ujar Trump kepada majalah Time Jumat lalu.
Dua hari kemudian, Majelis Ahli Iran justru melakukan hal tersebut dengan menggantikan Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel dengan putra keduanya yang berusia 56 tahun.
Keputusan itu dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap presiden AS, yang selama beberapa hari menekankan bahwa Iran akan mengikuti jalur seperti Venezuela dalam memilih pemimpin yang mau memenuhi tuntutan Washington.
“Saya pikir mereka membuat kesalahan besar,” kata Trump pada Senin terkait penunjukan Khamenei.
Ia bahkan menyebut bahwa pemimpin tertinggi baru itu bisa menjadi target dan dibunuh seperti ayahnya.
“Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka salah langkah,” ujarnya.
Dalam wawancara sebelumnya dengan New York Post, Trump menolak memberikan rincian rencananya menghadapi pemimpin Iran yang baru.
“Saya tidak akan memberitahu Anda. Saya tidak senang dengan dia,” katanya singkat.
Seruan untuk menyingkirkan pemimpin baru Iran
Senator Republik Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, juga menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei bukan perubahan yang diharapkan AS.
“Saya yakin hanya masalah waktu sebelum dia mengalami nasib yang sama seperti ayahnya salah satu orang paling jahat di dunia,” kata Graham di X.
Sementara itu, Mark Levin, komentator pro-Israel yang dekat dengan Trump dan sebelumnya juga menyerukan pembunuhan Khamenei senior, cepat mengubah pesannya setelah Mojtaba dipilih sebagai penerus ayahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tangkap si Khamenei muda itu!” tulis Levin di media sosial pada Senin, 9 Maret 2026.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, menewaskan Khamenei senior dan sejumlah pejabat tinggi dalam serangan pembuka, yang kemudian diikuti ribuan serangan lainnya yang meluluhlantakkan negara itu dan menewaskan lebih dari 1.250 orang.
Halaman Selanjutnya
Iran membalas dengan ratusan peluncuran rudal dan drone terhadap aset militer Israel dan AS di seluruh Timur Tengah. Serangan Iran juga mengenai fasilitas energi dan target sipil di kawasan Teluk, serta hampir menutup Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak.

2 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
