Anindya Bakrie & APF Kanada Sinergi Bangun Kesiapan Pasar bagi UMKM Pimpinan Perempuan

4 weeks ago 8

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:32 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua ABAC Indonesia yang juga Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengapresiasi konsistensi jangka panjang mitra Kanada yang diwakili Asia Pacific Foundation of Canada (APF Kanada), dalam mendukung pengembangan UMKM dan pemberdayaan perempuan.

Dalam lokakarya High Level Public-Private Workshop yang digelar di sela-sela pertemuan ABAC I di Jakarta, Anindya menilai bahwa fokus ini sangat relevan dengan lanskap ekonomi di Indonesia, dimana terdapat sekitar 60 juta UMKM dengan lebih dari setengahnya dipimpin oleh perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika kita berbicara tentang UMKM di Indonesia, jumlahnya sekitar 60 juta, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan," kata Anindya dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Dia juga menekankan pentingnya memperkuat akses pasar, meningkatkan dukungan likuiditas, dan merancang model bisnis yang lebih adaptif untuk mempercepat pertumbuhan pengusaha perempuan.

“Untuk benar-benar mendukung perempuan dalam bisnis, kita membutuhkan akses pasar yang lebih baik, dukungan likuiditas yang lebih kuat, dan model bisnis yang mudah diadopsi dan dikembangkan," ujarnya.

Senada, Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) APF Kanada, Jeff Nankivell menambahkan, UMKM yang dipimpin perempuan merupakan penggerak penting inovasi, produktivitas, dan ketahanan di seluruh perekonomian APEC.

"Lokakarya ini mencerminkan komitmen kami untuk menghubungkan kebijakan, bisnis, dan masyarakat, guna memastikan keuangan digital dan akses pasar berfungsi bagi mereka yang seringkali tertinggal," ujar Jeff.

Sementara Direktur Eksekutif APEC, Eduardo Pedrosa juga menambahkan, selain menyoroti isu-isu kunci terkait UKM dan digitalisasi, lokakarya ini juga merupakan contoh kuat dari keterlibatan publik-swasta yang efektif untuk memajukan reformasi kebijakan.

"Demi mendukung pengembangan UMKM di seluruh wilayah APEC," ujarnya.

Diketahui, acara ini merupakan bagian dari Fase Kedua Kemitraan Pertumbuhan Bisnis APEC-Kanada (ACGBP) — sebuah inisiatif lima tahun senilai CAD$2,5 juta yang didanai oleh Pemerintah Kanada dan diimplementasikan oleh APF Kanada di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini bertujuan untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan fokus khusus pada perempuan dan pengusaha perempuan muda.

Lokakarya dibuka dengan diskusi panel tentang Penguatan Inklusi Keuangan Digital bagi Pengusaha Perempuan, yang menampilkan perwakilan senior kementerian dan anggota ABAC yang terlibat dalam pengembangan UMKM.

Halaman Selanjutnya

Para panelis membahas bagaimana pembayaran digital, dompet elektronik, dan pasar online dapat membantu UMKM yang dipimpin perempuan, dalam meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan memperluas akses ke pasar domestik dan regional sekaligus mengatasi hambatan seperti kesenjangan literasi digital, kekhawatiran privasi data, dan produk keuangan yang tidak sesuai dengan realitas bisnis perempuan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |