Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, kepastian regulasi menjadi faktor utama dalam menjaga arus investasi, karena pemodal lebih membutuhkan kepastian ketimbang ketenangan dalam berusaha.
Dia mengaku, dirinya telah berkunjung ke beberapa kawasan industri nasional yang banyak diisi oleh investor asal China, dan membahas kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mereka mengatakan tidak peduli dengan hingar-bingar maupun kebisingan mengenai kebijakan. Bagi foreign direct investment bukan tentang ketenangan, tapi kepastian," kata Anindya di acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Kadin NTB di Mataram, Rabu, 29 Juli 2026.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie
Dia menuturkan, daya saing Indonesia masih sangat menarik bagi investor, karena biaya produksi sepertiga China dan tetap memiliki akses pasar internasional hingga ke Amerika Serikat.
Anindya pun meminta Kadin NTB bersama Pemerintah NTB untuk terus meyakinkan calon investor, bahwa berbagai tantangan yang dihadapi saat ini merupakan bagian dari proses transisi menuju iklim investasi yang semakin baik.
"Tidak mungkin dalam berkembang tidak ada suatu tantangan dan peluang itu ada di balik tantangan," ujarnya.
Anindya menegaskan, Kadin harus mengambil peran sebagai katalisator investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Sekaligus, menjadi penghubung antara dunia usaha dan pemerintah.
Kadin diminta menjadi akselerator bagi pelaku UMKM, agar mampu naik kelas melalui pendampingan pembiayaan, sertifikasi halal, peningkatan literasi digital, hingga perluasan akses pasar.
"Kadin juga harus menjadi pengampu untuk menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Anindya mengungkapkan sekitar 92 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia ditopang aktivitas dunia usaha. Sedangkan, belanja pemerintah hanya berkontribusi sekitar 7 persen.
"Kami terus berusaha untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya. (Ant).
Satgas Pasti Hentikan Operasional Snapboost yang Tawarkan InvestasiIilegal
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan usaha bernama Snapboost, karena diduga melakukan penipuan investasi ilegal.
VIVA.co.id
28 Juli 2026

1 week ago
3



















