Apa Kabar Mobil Honda di Indonesia?

3 hours ago 2

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:05 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Honda dulu identik dengan salah satu merek mobil paling kuat di Indonesia. Namun kondisi pasar otomotif nasional saat ini mulai berubah dan posisi Honda terlihat tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu.

Dilihat VIVA Otomotif dari data retail sales Gaikindo, Kamis 14 Mei 2026, dari Januari hingga April 2026 penjualan Honda terus mengalami tekanan. Pada April 2026, merek otomotif berlogo H itu hanya mampu mencatat penjualan 3.515 unit kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka tersebut turun cukup jauh dibanding Januari 2026 yang masih berada di level 4.233 unit. Bahkan pada Februari lalu, Honda sempat membukukan penjualan 4.688 unit sebelum perlahan kembali melemah.

Penurunan itu membuat Honda kini mulai tertinggal dari beberapa rival baru yang sebelumnya belum terlalu diperhitungkan. BYD misalnya, berhasil mencatat penjualan 6.274 unit pada April 2026 atau hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding Honda.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa peta persaingan otomotif Indonesia sudah berubah drastis. Konsumen kini mulai melirik merek baru yang menawarkan teknologi modern dan fitur lebih lengkap.

Honda sebenarnya masih memiliki nama besar dan jaringan diler yang cukup luas di Indonesia. Namun kekuatan itu tampaknya mulai tidak cukup untuk menghadapi agresivitas merek China yang terus berkembang.

Segmen yang dulu menjadi kekuatan Honda juga kini semakin padat pesaing. SUV dan city car yang sebelumnya identik dengan Honda mulai mendapat tekanan dari berbagai merek baru dengan harga lebih kompetitif.

Di sisi lain, langkah elektrifikasi Honda di Indonesia juga dinilai belum terlalu agresif. Saat merek lain berlomba menghadirkan mobil listrik dalam berbagai segmen harga, pilihan elektrifikasi Honda masih relatif terbatas.

Kondisi tersebut membuat Honda seperti kehilangan momentum di tengah perubahan tren pasar otomotif nasional. Padahal konsumen Indonesia kini bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi kendaraan baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, posisi Honda saat ini memang terlihat jauh berbeda. Merek yang dulu rutin bersaing di papan atas kini justru mulai kesulitan menjaga volume penjualannya.

Meski begitu, Honda masih memiliki basis penggemar loyal yang cukup besar di Indonesia. Namun tanpa strategi produk baru yang lebih agresif, tekanan terhadap merek asal Jepang tersebut diperkirakan akan semakin berat pada semester kedua 2026.

Potret pameran mobil GIIAS.

Pembeli Mobil Kredit Disebut Paling Rentan Saat Rupiah Melemah

Pelemahan rupiah dinilai paling berdampak ke pembeli mobil kredit. Cicilan, bunga pembiayaan, dan harga kendaraan berpotensi naik di tengah daya beli melemah.

img_title

VIVA.co.id

14 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |