Jakarta, VIVA – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji 2026.
Menurut dia, penyelenggaraan haji tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi layanan maupun manajemen jamaah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Secara umum pelaksanaan haji tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saya merasakan langsung sebagai jamaah haji, namun untuk perbaikan ke depan ada beberapa catatan yang menurut saya harus diperbaiki,” kata Syahrul Aidi melalui keterangannya pada Selasa, 2 Juni 2026.
Ia melihat peningkatan signifikan pada berbagai tahapan penyelenggaraan haji, seperti seluruh aspek layanan berjalan lebih tertata mulai dari keberangkatan, transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan bagi jamaah.
“Tahapan-tahapan telah berjalan baik seperti aspek layanan, mulai dari keberangkatan, transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan,” jelas dia.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat
Kata dia, peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan sistemik dalam tata kelola haji, termasuk koordinasi antarpetugas di lapangan yang semakin efektif.
Selain itu, ia mengungkapkan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan haji 2026 adalah menurunnya angka jamaah haji yang wafat secara signifikan.
Ia menilai hal tersebut mencerminkan kesiapan dan perencanaan matang yang dilakukan jauh sebelum musim haji dimulai.
“Data jamaah haji yang wafat turun signifikan. Ini menandakan pengelolaan ibadah haji sudah dilakukan dengan baik jauh sebelum proses keberangkatan,” ujarnya.
Namun demikian, Syahrul mengakui masih terdapat beberapa kendala teknis yang dirasakan jamaah seperti fasilitas penginapan di madinah, pelaksanaan mabit, melempar jumrah, fasilitas tenda, MCK dan lainnya.
Seperti di Madinah, lanjut dia, jamaah merasakan kapasitas ruang untuk setiap orang dalam penginapan itu perlu ada standarnya. Tiga orang itu bisa untuk berapa luas, karena banyak yang mengeluhkan hal tersebut, bahkan ia sendiri pun merasakannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di Mina, menurutnya tendanya terlalu padat. Sementara bermalam di Mina cukup lama dan kasurnya sangat kecil. Walaupun memang kondisi di Mina ada faktor eksternal yang tidak bisa dihindari.
"Ketika jamaah dalam satu tenda ada 300 orang kita harus menghitung berapa MCK yang dibutuhkan baik di Arafah dan Mina. Sementara untuk makanan sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi makan makanan yang basi dan rasa sesuai lidah kita sebagai masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Jelang Akhir Musim Haji, Polri-Arab Saudi Diskusi soal Pengelolaan Jutaan Jemaah
Satgas Haji terus memperkuat upaya perlindungan terhadap jemaah Indonesia melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.
VIVA.co.id
2 Juni 2026

1 week ago
13














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)