Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:16 WIB
VIVA – Arab Saudi menekankan bahwa mereka tidak akan membiarkan musim haji dieksploitasi untuk kegiatan apa pun yang melanggar tujuan keagamaannya, seiring dengan pengumuman kedatangan lebih dari 1,5 juta jemaah dari luar negeri dan pengungkapan pembongkaran ratusan kampanye haji palsu di seluruh Kerajaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan oleh komandan keamanan haji di Pusat Operasi Keamanan Terpadu (911) di Mekkah, Jumat, 22 Mei 2026, di mana para pejabat meninjau rencana keamanan, lalu lintas, dan organisasi untuk musim haji 1447H.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Keamanan Publik dan Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammed Al-Bassami menegaskan kesiapan penuh sistem keamanan haji untuk melaksanakan tugasnya selama musim ibadah.
"Tujuan kami adalah agar jemaah dapat mencapai tujuannya, melaksanakan ritualnya, dan kembali dengan selamat ke tanah airnya," kata Al-Bassami dilansir SaudiGazette, Sabtu, seraya menyerukan kepada para jamaah untuk fokus sepenuhnya pada ibadah.
Ia menjelaskan bahwa rencana pengelolaan kerumunan berfokus pada pengorganisasian arus pergerakan, mendistribusikan kepadatan kerumunan, dan mengurangi tumpang tindih rute sebisa mungkin, sementara teknologi canggih bekerja bersama personel keamanan untuk menegakkan peraturan Haji dan mendeteksi kampanye palsu serta para pelanggar.
Al-Bassami mengungkapkan bahwa pihak berwenang telah membongkar lebih dari 217 kasus penawaran haji palsu di seluruh negeri dan mendeportasi 7.733 pelanggar hukum kependudukan, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan yang mencoba memasuki Mekkah secara ilegal.
Pihak berwenang juga menolak masuknya 366.000 individu yang tidak berwenang di titik masuk Mekkah dan mencegat ribuan kendaraan tidak sah yang digunakan untuk mengangkut para pelanggar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia mengatakan indikator lapangan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan dibandingkan tahun lalu, termasuk penurunan 44 persen dalam jumlah pelanggar dan deportasi, penurunan 12 persen dalam penawaran haji palsu, dan pengurangan 33 persen dalam pelanggaran terkait peraturan kependudukan dan perbatasan.
Komandan Pasukan Darurat Khusus Letnan Jenderal Mohammed Al-Omari mengatakan rencana keamanan "terintegrasi, proaktif, dan fleksibel," dengan pasukan ditempatkan di lokasi-lokasi penting termasuk Masjid Namirah, Jabal Al-Rahmah, dan fasilitas Jamarat untuk mengatur pergerakan massa dan menjaga keamanan.
Halaman Selanjutnya
Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Mayor Jenderal Dr. Hamoud Al-Faraj mengatakan pihak berwenang telah meningkatkan langkah-langkah keamanan preventif dan mengintegrasikan teknologi modern dan sistem kecerdasan buatan untuk memantau risiko dan meningkatkan kemampuan respons cepat selama musim Haji.

3 weeks ago
11














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)