Kamis, 17 September 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Arab Saudi disebut mulai kekurangan rudal pencegat dan meminta bantuan dari negara-negara di kawasan serta sekutunya di Barat. Hal ini disampaikan dua pejabat Ara Saudi, mereka menyebut langkah ini dilakukan ketika ketegangan dengan kelompok Houthi terus berlangsung.
Kedua pejabat tersebut mengatakan Arab Saudi telah meminta Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir mengerahkan dukungan pertahanan udara ke kawasan untuk membantu menghadapi serangan rudal dan drone yang diluncurkan Houthi serta kelompok lain yang didukung Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu pejabat mengatakan, permintaan tersebut diajukan karena Amerika Serikat (AS), sebagai sekutu utama sekaligus pemasok senjata terbesar Arab Saudi, juga mengalami penurunan persediaan rudal pencegat setelah enam bulan berperang dengan Iran. Kedua pejabat berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberikan keterangan kepada media.
Melansir laman AP News, Kamis 17 September 2026, pejabat Arab Saudi belum memberikan tanggapan atas komentar tersebut.
Sebagaimana diketahui, pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi menjadi front terbaru yang muncul akibat perang Iran. Pada Rabu, Arab Saudi menuduh Houthi berupaya menyerang kota suci umat Islam, Mekkah, menggunakan drone. Tuduhan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, tetapi belum ada tanda-tanda dukungan militer.
Arab Saudi menyebut Mekkah, kota kelahiran Nabi Muhammad, sebagai "garis merah" dan mengatakan telah mencegat drone tersebut. Di sisi lain, Houthi membantah menargetkan Mekkah, yang berjarak sekitar 1.100 kilometer dari perbatasan Yaman.
Arab Saudi Kesulitan Menggalang Dukungan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai negara pengekspor minyak terbesar di dunia yang kini menghadapi serangan kelompok yang didukung oleh rival regionalnya, Arab Saudi membutuhkan jalur yang aman untuk menyalurkan minyak mentah sekaligus bantuan militer. Namun, hingga kini belum ada jalan yang jelas untuk mendapatkan keduanya.
Salah satu jalur pipa minyak penting milik Arab Saudi dilaporkan telah ditutup selama beberapa pekan setelah diserang kelompok milisi yang didukung Iran di Irak. Houthi juga terus menargetkan infrastruktur di Arab Saudi dan jalur pelayaran di Laut Merah, tempat kelompok tersebut telah menguasai beberapa pulau di Selat Bab el-Mandeb. Sementara itu, Iran masih menargetkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Harga minyak pun tetap berada di atas 100 dolar AS per barel.
Halaman Selanjutnya
Salah satu pejabat regional mengatakan Arab Saudi berada dalam posisi yang sangat sulit karena harus melindungi bukan hanya pangkalan militer dan fasilitas penting pemerintah, tetapi juga fasilitas minyak yang tersebar di seluruh negeri.

2 days ago
1




















