VIVA – Arsenal memang gagal mengangkat trofi Liga Champions usai kalah dramatis dari PSG lewat adu penalti. Namun di balik kekecewaan tersebut, The Gunners tetap pulang dengan sebuah pencapaian bersejarah yang belum pernah diraih klub Inggris mana pun.
Dalam final yang berlangsung di Budapest, Arsenal harus mengakui keunggulan PSG setelah kalah 3-4 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Arsenal sempat berada di atas angin setelah Kai Havertz mencetak gol cepat pada menit keenam. Namun PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.
Drama berlanjut hingga adu penalti. Arsenal akhirnya harus merelakan trofi setelah dua eksekutornya gagal menjalankan tugas dengan sempurna.
Meski kalah di partai puncak, pasukan Mikel Arteta tetap mencatatkan rekor luar biasa sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Arsenal menjadi tim Inggris pertama yang mampu meraih pendapatan hadiah terbesar dalam sejarah kompetisi tersebut.
Menurut laporan The Athletic, Arsenal diproyeksikan mengantongi hadiah mencapai 143 juta euro atau sekitar Rp2,6 triliun dari kiprah mereka di Liga Champions musim 2025/2026.
Jumlah tersebut menjadi yang terbesar yang pernah diraih klub Inggris di kompetisi elite Eropa itu, meski mereka gagal menjadi juara.
Menariknya, selisih pendapatan Arsenal dengan PSG sebagai juara juga tidak terlalu jauh. Klub asal Paris itu diperkirakan memperoleh sekitar 145 juta euro setelah mendapatkan bonus tambahan karena berhasil mengangkat trofi Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun.
Pencapaian Arsenal tidak lepas dari performa konsisten mereka sepanjang turnamen. The Gunners bahkan menorehkan catatan impresif dengan tidak pernah kalah dalam waktu normal selama kampanye Liga Champions musim ini.
Penampilan solid tersebut membuat gelandang Arsenal, Declan Rice, tetap bangga dengan perjuangan timnya meski harus pulang tanpa trofi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya sangat bangga dengan tim ini. Musim yang luar biasa. Saya tidak bisa berkata cukup banyak tentang semua orang di tim ini,” ujar Rice.
Hal senada juga disampaikan Arteta. Pelatih asal Spanyol itu memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain yang telah berjuang hingga detik terakhir.
Halaman Selanjutnya
“Jika saya mengucapkan terima kasih satu juta kali kepada para pemain, itu tetap tidak akan cukup,” kata Arteta.

2 weeks ago
10














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)