AS Gagalkan Penyelundupan 2,7 Ton Kokain Senilai Rp 808 Miliar di Lepas Pantai Kolombia

4 weeks ago 14

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:11 WIB

Washington, VIVA Amerika Serikat (AS) menyita lebih dari 6.000 pon (2,7 ton) kokain senilai hampir 46 juta dolar AS (sekitar Rp808,8 miliar) setelah menghentikan tiga kapal di dekat pantai Kolombia, kata Penjaga Pantai AS, Kamis 14 Mei 2026.

“Awak kapal Penjaga Pantai Tahoma secara bersamaan mencegat tiga kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan dan membawa sekitar 6.085 pon (2,76 ton) kokain senilai hampir 45,8 juta dolar AS pada 8 Mei, sekitar 90 mil (144,8 kilometer) dari Cartagena, Kolombia,” demikian bunyi pernyataan Penjaga Pantai AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penyitaan ini mewakili 2,3 juta dosis kokain yang berpotensi mematikan dan tidak akan sampai ke jalanan Amerika,” tambah pernyataan tersebut.

Operasi kapal penjaga pantai itu melibatkan dua kapal kecil dan satu helikopter. Dua kapal yang diduga digunakan penyelundup langsung berhenti, sementara awak kapal ketiga menolak mematuhi perintah sehingga petugas menggunakan taktik penindakan udara, termasuk tembakan penembak jitu yang diarahkan ke mesin kapal.

Setelah beberapa tembakan dilepaskan, sejumlah orang melompat ke laut. Awak udara AS kemudian menjatuhkan beberapa alat pelampung pribadi dan tidak ada korban luka dalam operasi tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa 80 persen pencegatan narkotika yang menuju AS terjadi di laut.

Pada 4 Mei, pasukan AS menyerang sebuah kapal yang membawa tersangka teroris narkoba di Laut Karibia dan menewaskan dua orang, menurut Komando Selatan AS (SOUTHCOM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun sepanjang 2025, AS beberapa kali menggunakan militer untuk menghancurkan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.

Langkah tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen AS yang menilai pemerintahan Donald Trump seharusnya memberikan penjelasan lebih rinci terkait serangan tersebut. (Ant)

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Survei: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, Ini Alasannya!

Israel menjadi negara paling dibenci dibanding negara manapun di dunia. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat global terbaru yang dirilis Nira Data baru-baru ini

img_title

VIVA.co.id

15 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |