AS Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

2 hours ago 1

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB

VIVA – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan pihaknya telah merampas aset mata uang kripto yang dikaitkan dengan Iran senilai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17,8 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Bessent pada Jumat. Ia menyebut langkah itu merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan finansial terhadap Teheran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar," kata Bessent dilansir Anadolu, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah AS bertindak cepat dalam penyitaan aset digital tersebut hingga diibaratkan seperti "langsung mengambil dompet mereka". Ia bahkan menyebut sejumlah pemilik aset kemungkinan belum menyadari bahwa aset mereka telah disita.

"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil," kata dia.

Bessent mengatakan pemerintah AS tidak hanya fokus pada aset kripto, tetapi juga tengah berkoordinasi dengan negara-negara sekutu untuk memperluas upaya penyitaan aset yang terkait dengan Iran.

"Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti," tutur Bessent yang mengklaim langkah tersebut adalah untuk memulihkan dana yang dicuri dari rakyat Iran. "Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," kata Menkeu AS.

Selain itu, Bessent mengklaim fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg telah berhenti beroperasi setelah adanya blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

Ia juga menilai serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru berdampak negatif bagi posisi diplomatik Teheran. Menurutnya, sejumlah negara di kawasan kini semakin mendukung langkah Washington dalam menekan Iran melalui instrumen keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bessent mengatakan kondisi tersebut membuka peluang bagi AS untuk membekukan rekening bank yang terkait dengan Iran di kawasan tersebut.

Karena itu, AS pun dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan, ucap Bessent.

 Kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)

Iran Beri Hak Istimewa China dan Rusia Melintas Selat Hormuz

Iran menyatakan Rusia dan China akan menjadi sejumlah negara yang menikmati hak istimewa saat melintas di Selat Hormuz. Mereka konsisten membantu Iran dalam situasi sulit

img_title

VIVA.co.id

30 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |