Jakarta, VIVA – Fenomena anjloknya harga beli tandan buah segar (TBS) sawit kerap terjadi, setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir komoditas strategis termasuk sawit.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyebut, dari 139 pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli TBS sawit di bawah harga, sampai saat ini masih ada 123 PKS yang terdeteksi melakukan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menegaskan, tidak ada alasan PKS menurunkan harga beli, karena harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global sedang bagus dan meningkat. Dimana, kondisi itu berbanding terbalik dengan harga TBS di dalam negeri yang justru bergejolak.
Karenanya, Sudaryono menegaskan bahwa PT DSI tidak akan menjadi pengambil rente baru, dalam rantai perdagangan sawit. Dia juga mengapresiasi PKS yang membeli TBS petani mengikuti harga ketentuan pemerintah.
"PT DSI tidak mengambil keuntungan. Ini hanya perusahaan pengelola dan pengawas yang bekerja secara transparan dan akuntabel," kata Sudaryono, dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.
Namun, seorang petani sawit di Langkat, Sumatera Utara, Wahyudin mengakui, kebijakan ekspor satu pintu untuk produk SDA strategis melalui DSI telah membuat harga TBS sawit di tingkat petani terjun bebas hingga Rp 2.300 per kg. Padahal, sebelumnya harga sawit sempat mencapai Rp 3.700 per kg.
“Semula harganya bagus, bisa mencapai Rp 3.600 hingga Rp 3.700 per kg. Sekarang Cuma dihargai Rp 2.300-Rp 2.500 per kg. Kondisi kami diperberat dengan mahalnya harga pupuk seperti NPK, yang naik yaitu Rp 900.000 per satu sak dari sebelumnya Rp 700.000,” kata Wahyudin.
Namun, tidak semua pabrik kelapa sawit membeli TBS dengan harga rendah. Sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) tidak terdampak secara psikologis, atas kebijakan ekspor komoditas strategis satu pintu melalui DSI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Koperasi Unit Desa Sumber Usaha, Mujahit mengatakan, KUD Sumber Usaha selaku plasma mitra PT PT Rimba Mujur Mahkota (bagian dari Artha Graha), merupakan salah satu pihak yang membeli TBS petani dengan harga mengikuti ketentuan Dinas Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal.
“Kami bersyukur, PT RMM membeli TBS kami dengan harga tinggi, sesuai ketentuan Disbun. Petani bisa lebih tenang, bisa mengimbangi kebutuhan pupuk dan BBM yang masih tinggi,” ujarnya.
Anggota DPR Nilai Pembentukan DSI Bisa Berdampak ke Perekonomian Nasional
Anggota Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mendukung langkah pemerintah membentuk BUMN khusus yang berperan dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis.
VIVA.co.id
30 Mei 2026

2 hours ago
1















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)