VIVA –Banyak orang mengira rahasia panjang umur hanya terletak pada pola makan sehat atau rutin berolahraga. Padahal, konsep longevity atau umur panjang yang sehat jauh lebih luas dari sekadar menambah angka usia.
Kini, para ahli kesehatan mulai menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup agar seseorang tetap sehat, aktif, dan produktif hingga usia lanjut. Dengan kata lain, tujuan longevity bukan hanya hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih baik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aktor Samuel Rizal menilai pendekatan preventif menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Menurutnya, banyak orang sudah memahami pentingnya gaya hidup sehat, tetapi belum tentu konsisten menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Preventif itu penting karena gaya hidup memang harus dijaga. Sekarang teknologi makin canggih, banyak orang sudah tahu soal fitness dan healthy lifestyle, tapi tidak semua benar-benar menjalankannya. Tahu, tetapi belum tentu melakukan," kata dia baru-baru ini di Jakarta,” ujarnya dalam sebuah acara peluncuran layanan kesehatan berbasis longevity di Jakarta.
Lalu, apa saja faktor yang paling berpengaruh terhadap longevity? Berikut lima kunci utama yang banyak disoroti para pakar kesehatan.
1. Menjaga Massa Otot dengan Rutin Bergerak
Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami kehilangan massa otot. Kondisi ini dapat memengaruhi kekuatan fisik, keseimbangan tubuh, hingga meningkatkan risiko jatuh dan cedera. Oleh karena itu, olahraga tidak hanya bertujuan menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga fungsi tubuh tetap optimal dalam jangka panjang. Aktivitas seperti latihan beban, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat membantu mempertahankan kekuatan otot dan kesehatan metabolisme. Banyak penelitian menunjukkan bahwa individu yang aktif bergerak cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik saat memasuki usia lanjut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Tidur Berkualitas Sama Pentingnya dengan Olahraga
Masih banyak orang mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan atau aktivitas lainnya. Padahal, tidur merupakan proses pemulihan alami yang sangat penting bagi tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, mengatur keseimbangan hormon, serta memperkuat sistem imun. Kurang tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, hingga gangguan kognitif. Para ahli umumnya merekomendasikan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam untuk menjaga kesehatan optimal.
Halaman Selanjutnya
3. Merawat Kesehatan Mental dan Mengelola Stres

1 hour ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)