Shell Pamer Mobil Listrik yang Bisa Cas 10 Menit

2 hours ago 1

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:00 WIB

London, VIVA – Persaingan teknologi pengisian daya cepat mobil listrik semakin menarik. Jika sebelumnya BYD mencuri perhatian lewat teknologi pengisian baterai berkecepatan tinggi, kini Shell memperkenalkan konsep kendaraan listrik yang diklaim mampu mengisi daya kurang dari 10 menit.

Konsep tersebut diberi nama Triple 10 Challenge, yang dikembangkan sebagai gambaran arah pengembangan mobil listrik generasi berikutnya. Shell menargetkan kendaraan ini memiliki efisiensi 10 kilometer per kWh, jejak emisi siklus hidup maksimal 10 ton CO2e, serta waktu pengisian daya dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu kurang dari 10 menit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan pengujian yang dilakukan perusahaan, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Kamis 25 Juni 2026, proses pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen dapat diselesaikan dalam waktu 9 menit 54 detik. Menariknya, pengisian tersebut tidak menggunakan teknologi ekstrem, melainkan memanfaatkan pengisi daya cepat DC berdaya 175 kW yang sudah banyak digunakan saat ini.

Shell juga mengklaim konsep mobil listrik tersebut lebih efisien dibanding banyak kendaraan listrik yang beredar di pasar. Salah satu targetnya adalah mampu menempuh jarak sekitar 10 kilometer hanya dengan konsumsi energi 1 kWh.

Efisiensi tersebut diklaim berasal dari kombinasi bobot kendaraan yang lebih ringan, kapasitas baterai yang dioptimalkan, serta penggunaan material yang dapat didaur ulang. Jika seluruh kebutuhan pengisian daya menggunakan listrik dari energi terbarukan, kendaraan ini disebut mampu memangkas emisi siklus hidup hingga 50 persen dibanding mobil listrik pada umumnya di pasar Eropa.

Di balik konsep tersebut, Shell juga memperkenalkan teknologi cairan pendingin baterai terbaru bernama Recharge thermal fluid. Cairan ini dirancang untuk mendinginkan baterai secara langsung melalui metode immersion cooling, sekaligus membantu menjaga suhu motor listrik dan komponen elektronik lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Shell, sistem pendingin baru tersebut memungkinkan proses pengisian daya berlangsung lebih cepat tanpa mengorbankan stabilitas suhu baterai. Selain itu, desain sistem yang lebih sederhana juga diklaim mampu meningkatkan efisiensi energi kendaraan hingga lebih dari 30 persen dibanding banyak mobil listrik generasi saat ini.

Perusahaan energi tersebut juga menyebut biaya produksi paket baterai dapat ditekan sekitar 25 persen. Penghematan diperoleh melalui desain baterai yang menggunakan lebih sedikit modul, konstruksi rumah baterai yang lebih sederhana, serta penerapan teknologi pendingin terbaru.

Halaman Selanjutnya

Meski sudah diperkenalkan, Triple 10 Challenge masih sebatas kendaraan konsep dan belum memiliki jadwal produksi massal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |