Jakarta, VIVA – Pagi itu seharusnya menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan akademik Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. Ia mengaku bersiap mengikuti ujian disertasi Program Doktor (S3) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), sebelum rencananya berubah ketika aparat kepolisian datang melakukan penangkapan.
Menurut Tifa, peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. Sekitar pukul 06.00 WIB, ia turun menuju basement apartemen untuk mengambil mobil sebelum berangkat ke lokasi yang telah dipilih demi mendapatkan koneksi internet yang stabil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pasalnya, ujian disertasinya dijadwalkan berlangsung secara daring pada pukul 08.00 WIB dengan penguji yang disebut berasal dari berbagai disiplin ilmu kedokteran.
"Memang ujian tersebut pada tahapan ini masih dalam bentuk online atau zoom tetapi saya harus berada di sebuah tempat yang sinyalnya bagus karena saya akan diuji oleh 12 guru besar, 12 profesor, para dokter dari berbagai domain ilmu kedokteran," katanya, dikutip Kamis 25 Juni 2026.
Namun, sesampainya di area parkir, Tifa mengaku mendapati situasi yang menurutnya tidak biasa. Mobil yang akan digunakannya disebut telah diapit kendaraan lain. Saat itulah ia merasa polisi datang untuk menangkapnya.
"Nah tapi feeling saya menyatakan bahwa ini dia ni harinya, saya bilang begitu karena feeling saya pasti polisi, benar," ujar dia.
Tifa mengklaim aparat telah menyiapkan empat kendaraan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Dua mobil berada di basement, sementara dua lainnya berjaga di area atas gedung.
"Jadi ketika mereka semua ada di dalam mobil ya, jadi mereka semua total ada empat mobil, dua ada di bawah, dua mobil ada di atas, mungkin takut tiba-tiba saya ubah rencana saya naik dari lobi misalnya begitu, jadi mereka siap standby dua mobil di atas dua mobil di bawah," tuturnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak lama kemudian, sejumlah anggota polisi yang mengenakan rompi dan masker keluar menghampirinya. Meski sebagian wajah tertutup, Tifa mengaku sudah mengenali mereka karena selama hampir satu tahun terakhir beberapa kali bertemu dalam proses penyidikan.
"(Kemudian mereka bilang) Selamat pagi dokter Tifa, gimana dok kok enggak wajib lapor. Saya bilang kok enggak wajib lapor gimana, saya ini abis ujian saya rencananya mau ke Polda, saya bilang begitu," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Setelah menerima surat penangkapan, Tifa mengaku sempat mempertanyakan alasan dirinya harus dibawa. Ia menilai selama ini selalu memenuhi panggilan penyidik dan tidak pernah mangkir.

1 hour ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)