Jakarta, VIVA – Otoritas keamanan Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus penyebaran malware melalui sejumlah game di platform Steam.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena diduga telah berlangsung selama beberapa tahun dan menargetkan banyak pengguna.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan terbaru, Dikutip VIVA Selasa, 17 Maret 2026, FBI menemukan bahwa sejumlah game yang dirilis di Steam antara tahun 2024 hingga awal 2026 telah disusupi malware berbahaya. Perangkat lunak jahat tersebut diduga dirancang untuk mencuri data pribadi, mengambil alih akun, hingga menguras aset digital pengguna.
Bahkan, pihak berwenang menduga aksi ini dilakukan oleh satu pelaku atau kelompok yang sama, yang memanfaatkan game sebagai media penyebaran malware secara terselubung.
Malware yang disisipkan dalam game ini disebut sebagai jenis “info-stealer”, yang mampu mengakses data sensitif dari perangkat korban. Dalam beberapa kasus, serangan ini memanfaatkan sesi login pengguna di browser untuk mengambil informasi penting seperti akun, kata sandi, hingga dompet kripto.
FBI menyebut bahwa periode serangan diperkirakan terjadi antara Mei 2024 hingga Januari 2026, dengan target utama adalah pengguna yang mengunduh dan memainkan game-game tertentu tanpa menyadari risiko di baliknya.
Sebagai bagian dari investigasi, FBI kini secara aktif mencari korban yang terdampak. Masyarakat yang merasa pernah mengunduh game mencurigakan di Steam diminta untuk melapor melalui formulir resmi “Seeking Victim Information”.
Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti tambahan sekaligus membantu proses penegakan hukum terhadap pelaku di balik serangan siber tersebut.
Kasus ini juga menyoroti tantangan besar dalam sistem kurasi konten di Steam. Dengan ribuan game baru dirilis setiap tahunnya, tidak semua konten dapat diperiksa secara menyeluruh.
Dalam beberapa kasus, malware bahkan tidak langsung muncul saat game dirilis, melainkan disisipkan melalui pembaruan (update) setelah game lolos proses verifikasi awal.
Insiden ini menunjukkan bahwa platform game tidak luput dari ancaman keamanan siber. Selain merugikan pemain, kasus seperti ini juga dapat merusak kepercayaan terhadap ekosistem distribusi game digital.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para ahli keamanan mengingatkan gamer untuk lebih berhati-hati, seperti menghindari game dari pengembang tidak dikenal, tidak sembarang mengunduh file tambahan, serta selalu menggunakan sistem keamanan terbaru.
Halaman Selanjutnya
Penyelidikan FBI terhadap malware di Steam menjadi peringatan serius bagi industri game dan para pemain. Di tengah pesatnya distribusi digital, keamanan siber kini menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan.

3 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

