Bangun Ekonomi Pembiayaan yang Sehat, Pendanaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekspansi Bisnis di Era Digital

8 hours ago 4

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:19 WIB

Jakarta, VIVA – Membangun ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan digital, perusahaan pembiayaan dituntut tidak hanya memperluas ekspansi bisnis, tetapi juga memastikan pengelolaan pendanaan dilakukan secara bertanggung jawab agar mampu menjaga stabilitas industri dalam jangka panjang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaku industri perlu mengombinasikan berbagai sumber pendanaan, mulai dari pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), modal kerja, hingga investasi jangka panjang. Langkah ini dinilai mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih stabil sekaligus memperluas akses keuangan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah strategi yang dapat mendukung terciptanya ekonomi pembiayaan yang sehat antara lain:

  • Strategi Membangun Pembiayaan yang Berkelanjutan
  • Memanfaatkan pembiayaan berkelanjutan seperti Green Loan, Sustainability-Linked Loan (SLL), dan obligasi hijau (Green Bonds).
  • Mengoptimalkan fasilitas kredit investasi, kredit modal kerja, maupun pembiayaan syariah untuk menjaga likuiditas dan mendukung ekspansi usaha.
  • Mengakses pendanaan dari pasar modal melalui venture capital, private equity, hingga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
  • Menjaga kesehatan keuangan perusahaan melalui pengelolaan rasio utang, diversifikasi sumber pendanaan, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
  • Penerapan strategi tersebut dinilai dapat memperkuat fondasi industri pembiayaan sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Sejalan dengan upaya tersebut, PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance), perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali memperkuat kemitraannya dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Melalui kerja sama terbaru, Indodana Finance memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp1,5 triliun untuk memperkuat sekaligus memperluas layanan Buy Now Pay Later (BNPL) melalui Indodana PayLater.

Pendanaan Rp1,5 Triliun Perkuat Ekspansi Indodana PayLater

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fasilitas pendanaan tersebut menjadi kelanjutan dari kemitraan strategis yang sebelumnya telah terjalin antara kedua perusahaan. Pendanaan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan Indodana PayLater sehingga semakin banyak masyarakat di berbagai daerah memperoleh akses terhadap layanan keuangan digital.

Direktur Utama PT Indodana Multi Finance, Mira Wibowo, mengatakan keberhasilan kolaborasi pada tahap sebelumnya menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya

"Keberhasilan kolaborasi pada fase sebelumnya menjadi fondasi kuat bagi kami dalam memperluas ekspansi dan kemitraan untuk layanan Indodana PayLater di berbagai wilayah Indonesia. Kami mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan yang sudah diberikan oleh Bank BCA dan akan kami optimalkan dalam memperkuat ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Mira.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |