Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:00 WIB
VIVA –Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan menuduh negara tersebut lebih memilih ‘petualangan militer’ dibanding solusi diplomatik. Araghchi menilai Amerika Serikat telah ‘diperdaya’ hingga terjebak dalam konflik militer oleh pihak-pihak yang ingin menggagalkan perdamaian. Ia juga menegaskan Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan dari luar.
“Setiap kali solusi diplomatik berada di atas meja, AS justru memilih langkah militer yang sembrono. Apakah ini sekadar taktik tekanan kasar? Atau akibat pihak tertentu yang kembali menjerumuskan Presiden AS ke dalam konflik berkepanjangan? Apa pun penyebabnya, hasilnya tetap sama, rakyat Iran tidak akan pernah tunduk pada tekanan,” tulis Araghchi di akun Xnya dikutip dari laman wanaen, Sabtu 9 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Araghchi juga menolak penilaian terbaru CIA terkait melemahnya kemampuan militer Iran setelah berminggu-minggu konflik berlangsung. Ia secara tegas membantah laporan intelijen yang menyebut kapasitas rudal Iran turun hingga 75 persen. Menurut Araghchi, jumlah persediaan rudal dan kapasitas peluncur Iran saat ini justru mencapai 120 persen dibanding kondisi sebelum Februari.
“CIA juga keliru. Persediaan rudal dan kapasitas peluncur kami bukan tinggal 75 persen dibandingkan kondisi pada 28 Februari. Angka yang benar adalah 120 persen. Sementara untuk kesiapan kami melindungi rakyat, itu berada di level 1000 persen,” tulis Araghchi.
Sebagai informasi, sebelumnya dalam laporan CIA yang dirilis The Washington Post itu menyebut bahwa Tehran masih memiliki kemampuan rudal balistik yang signifikan meski telah berminggu-minggu dibombardir AS dan Israel.
Temuan CIA itu bertolak belakang dengan pernyataan pemerintahan Trump yang selama ini mengklaim sebagian besar kemampuan rudal dan drone Iran sudah dihancurkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
The Washington Post yang mengutip seorang pejabat AS mengatakan bahwa Iran masih memiliki sekitar 75 persen peluncur rudal bergeraknya sebelum perang. Iran juga disebut masih memiliki stok rudal sekitar 70 persen sebelum konflik di mulai. Disebutkan juga bahwa Iran berhasil kembali membuka fasilitas penyimpanan rudal bawah tanahnya.
Selain itu, analisis CIA yang dikutip The Washington Post juga memberikan perkiraan waktu yang lebih panjang sebelum Iran benar-benar menghadapi krisis ekonomi besar akibat blokade.
Halaman Selanjutnya
Badan intelijen itu memperkirakan Teheran masih mampu bertahan menghadapi embargo selama 90 hingga 120 hari sebelum mengalami tekanan ekonomi yang sangat berat.

4 days ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)