Bantu Dorong Ekonomi Nasional, BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global

5 hours ago 2

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:36 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya sebagai bank global Indonesia, yang aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Yakni melalui penguatan konektivitas global, pengembangan ekosistem digital, kolaborasi strategis, serta dukungan pembiayaan berkelanjutan.

Hal itu ditegaskan Direktur Treasury & International Banking BNI, Abu Santosa Sudradjat, dalam sesi diskusi Business Talk “The Bankers” pada rangkaian Jogja Financial Festival 2026 yang digelar 22–24 Mei 2026 di Jogja Expo Center dan GIK UGM, Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut, Abu menegaskan bahwa peran bank saat ini tidak lagi hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga menjadi strategic partner yang membantu pelaku usaha nasional terhubung dengan pasar global.

“Sebagai salah satu bank di Indonesia yang memiliki jaringan internasional, BNI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan pasar global," kata Abu dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

"Tidak hanya menyediakan pembiayaan, BNI juga mendukung transaksi internasional, trade finance, business matching, hingga akses informasi pasar bagi pelaku usaha Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BNI juga terus memperkuat dukungan kepada UMKM melalui program BNI Xpora, agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, mempercepat digitalisasi, serta membuka peluang ekspor dan kemitraan bisnis internasional melalui jaringan global BNI.

BNI sendiri telah membangun open banking ecosystem melalui penguatan solusi transaksi digital dan cash management, serta menghadirkan layanan digital seperti wondr by BNI dan BNIdirect untuk mendukung kebutuhan nasabah ritel maupun korporasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ke depan, BNI akan terus memperkuat perannya sebagai penghubung ekosistem ekonomi nasional dan global, melalui inovasi digital, penguatan jaringan internasional, kolaborasi lintas sektor," kata Abu.

"Serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global,” ujarnya. (LAN).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun

Misbakhun Sebut Penurunan Rupiah Tidak Separah Tahun 1998, Simak Perbandingannya

Misbakhun mengatakan, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini, tidak dapat langsung disamakan dengan kondisi krisis ekonomi pada tahun 1998 silam.

img_title

VIVA.co.id

23 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |