Jakarta, VIVA – Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menegaskan, pihaknya bersama Danantara akan terus memperkuat pengelolaan aset negara melalui tata kelola yang terintegrasi, strategi investasi yang disiplin, serta pengelolaan portofolio yang profesional untuk memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.
Dony yang juga COO Danantara itu menekankan bahwa BUMN harus memastikan setiap aset dan modal yang dikelola, mampu bekerja secara optimal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat,” kata Dony dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
BumnKepala BP BUMN Dony Oskaria
Pengelolaan aset negara diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Realisasi laba Danantara menunjukkan bahwa transformasi pengelolaan aset negara mulai memberikan hasil nyata, tuturnya.
Danantara mengoptimalkan portofolio aset di bawah naungannya melalui pendekatan investasi yang terukur, inovatif, dan berbasis manajemen risiko. Langkah tersebut mendorong peningkatan imbal hasil serta memperkuat kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara.
"BUMN perlu menjaga profitabilitas dengan memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas operasional," ujarnya.
BP BUMN dan Danantara juga mendorong BUMN untuk menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi di setiap lini operasi.
Fokus tersebut tidak hanya mencakup pengendalian biaya, tetapi juga ketepatan dalam mengalokasikan aset, membaca dinamika pasar global, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat mitigasi risiko dalam setiap keputusan investasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Melalui langkah tersebut, BP BUMN mendukung Danantara untuk menjaga dan menumbuhkan nilai kekayaan negara secara berkelanjutan," ujarnya.
Peningkatan profitabilitas BUMN diharapkan dapat memperkuat fundamental ekonomi nasional melalui peningkatan dividen, pertumbuhan nilai aset, serta kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Ant).
Ekonom: Lonjakan Belanja Pemerintah Bantu Jaga Ekonomi Kuartal I Tak melambat
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf mengatakan, lonjakan belanja pemerintah di kuartal I-2026, dilakukan untuk menjaga momentum ekonomi supaya tak melambat di awal tahun.
VIVA.co.id
15 Mei 2026

4 weeks ago
8















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)