Jakarta, VIVA - Di tengah tren elektrifikasi yang mulai mengubah wajah industri otomotif global, Honda memilih cara berbeda untuk tetap menjaga identitasnya sebagai pabrikan yang lekat dengan rasa berkendara. Bukan hanya soal efisiensi atau teknologi baterai, tetapi bagaimana sebuah mobil tetap mampu menghadirkan koneksi emosional antara mesin dan pengemudi.
Pendekatan itu kini diwujudkan melalui kehadiran kembali Honda Prelude di Indonesia. Sabtu (23/5/2026), PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menyerahkan unit Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama dalam acara yang digelar di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Honda, kembalinya Prelude bukan sekadar menghidupkan nama legendaris dari masa lalu. Model ini menjadi simbol bagaimana filosofi sporty khas Honda diterjemahkan ke era elektrifikasi melalui teknologi hybrid yang tetap mengutamakan sensasi berkendara.
Prelude sendiri punya sejarah panjang dalam jajaran mobil sport Honda. Nama ini dikenal sejak akhir 1970-an sebagai coupe dengan karakter fun to drive, handling tajam, serta desain yang emosional. Kini, generasi terbarunya hadir dengan pendekatan berbeda, menggabungkan performa dan elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter khas Honda.
Respons pasar terhadap mobil ini pun terbilang cukup tinggi. Sejak pemesanan dibuka, Honda mencatat lebih dari 280 unit pemesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, pemesanan tidak hanya datang dari kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tetapi juga dari Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin hingga Makassar.
Jumlah tersebut bahkan disebut sudah melampaui total alokasi unit Honda Prelude untuk pasar Indonesia tahun ini. Dari sisi profil konsumen, rentang usia pemesannya juga cukup beragam. Tidak hanya kolektor atau penggemar mobil sport lawas Honda, tetapi juga konsumen muda yang tertarik dengan kombinasi desain coupe dan teknologi hybrid modern.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara desain, Honda Prelude terbaru mempertahankan proporsi khas mobil sport dua pintu dengan siluet rendah dan bodi lebar. Karakternya dibuat agresif, namun tetap modern lewat pendekatan aerodinamika yang lebih halus.
Di balik tampilannya, salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah fitur S+ Shift. Teknologi ini dirancang untuk memberikan sensasi berkendara yang lebih sporty pada sistem hybrid. Honda mencoba menghadirkan respons akselerasi yang lebih natural dan emosional, termasuk simulasi perpindahan tenaga agar pengemudi tetap mendapatkan rasa berkendara khas mobil performa.
Halaman Selanjutnya
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan, Prelude menjadi representasi bagaimana Honda tetap mempertahankan driving spirit di tengah perubahan industri menuju elektrifikasi.

5 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)