VIVA – Justin Gaethje sukses menciptakan kejutan besar di UFC Freedom 250 dengan merebut gelar juara kelas ringan UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria dalam laga penyatuan sabuk yang berlangsung di UFC White House, Senin (15/6/2026) WIB.
Dalam pertarungan tersebut, Gaethje menang melalui TKO pada ronde keempat setelah Topuria mengalami cedera serius yang membuat laga harus dihentikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri rekor sempurna Topuria yang sebelumnya belum pernah terkalahkan dalam 17 pertarungan profesional. Sebelum tumbang di tangan Gaethje, petarung asal Spanyol itu dikenal sebagai salah satu bintang terbesar UFC dengan koleksi kemenangan atas nama-nama elite seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira.
Ilia Topuria
Photo :
- Reuters/ Gary A. Vasquez
Namun, belum lama merayakan keberhasilannya menjadi juara tak terbantahkan kelas ringan UFC, Gaethje sudah mendapat tantangan dari rival lamanya, Paddy Pimblett.
Perseteruan keduanya bermula pada Januari lalu ketika Gaethje memberikan kekalahan pertama bagi Pimblett di UFC sekaligus merebut status juara interim kelas ringan.
Kini, Pimblett bertekad membalas kekalahan tersebut dan menantang Gaethje dalam duel perebutan gelar.
Menurut Pimblett, kemenangan Gaethje atas Topuria telah menggagalkan rencana pertarungan besar yang sebelumnya diprediksi akan mempertemukan dirinya dengan sang juara asal Spanyol.
Gaethje kembali menjadi sosok yang mengacaukan skenario tersebut setelah tampil luar biasa dan menumbangkan Topuria di panggung UFC White House.
Saat menyaksikan laga tersebut, Pimblett memberikan reaksi pedas terhadap penampilan Topuria yang menurutnya tidak menunjukkan semangat juang yang sama seperti dirinya saat menghadapi Gaethje.
“Lihat dia, duduk di bangkunya. Aku terus maju menyerang Gaethje selama lima ronde dan tidak memiliki sedikit pun rasa menyerah karena aku adalah petarung sejati,” kata Pimblett dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya.
Petarung berjuluk The Baddy itu juga menegaskan bahwa target utamanya saat ini adalah kembali menghadapi Gaethje setelah menyelesaikan pertarungan melawan Benoit Saint-Denis bulan depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, ia menilai Ilia Topuria seharusnya menghadapi Arman Tsarukyan dalam laga berikutnya.
“Kau pantas menjadi juara tak terbantahkan, tapi seseorang harus merebut sabuk itu darimu dan ketika aku mengalahkan 'BSD', aku akan datang, bung,” ujar Pimblett.
Halaman Selanjutnya
“Arman bisa melawan Ilia sekarang. Mereka sudah berdebat sejak lama. Aku melawan Justin. Ayo kita lakukan. Tidak ada tusukan mata dan kita lihat bagaimana jalannya pertarungan,” lanjutnya.

9 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)